Penguatan Dolar Terjadi Saat Fokus Beralih Ke Kesaksian Fed Powell Dan Risalah FOMC

Pasar Asia telah mulai jatuh secara luas. Ini sebagian besar merupakan reaksi dari pembatasan ekspor Jepang terhadap bahan smartphone untuk Korea Selatan. Jepang dan Korea Selatan baru-baru ini telah mengungkit kembali sejarah kerja paksa dalam beberapa dekade yang lalu.

Selain itu, penurunan saham Asia juga disebabkan oleh berkurangnya sentimen untuk penurunan suku bunga The Fed bulan ini. Data pekerjaan AS telah dirilis “sangat positif” dengan 224,000 pekerjaan ditambahkan, jauh diatas ekspektasi para ekonom 163,000. Data yang dirilis Jum’at membuat USD naik drastis, dan saingannya turun.

Yen Jepang menjadi salah satu mata uang terkuat selama beberapa waktu terakhir, diikuti oleh Dolar Australia dan Selandia Baru. Dolar sementara itu lebih lemah dalam mingguan, karena masih menunggu kesaksian ketua Fed. Jerome Powell akan bersaksi pada risalah FOMC yang dijadwalkan pekan ini.

Secara teknis, pasangan Dolar akan menjadi fokus utama. EUR/USD telah berada di support 1.1181 untuk mengkonfirmasi pelemahan lebih lanjut dalam jangka pendek, ke sekitar 1.1107.

AUD/USD sementara itu melihat support minor 0.6956 untuk konfirmasi bentuk rebound ke 1.6831.

USD/JPY masih berada di sekitar resistance 108.80, untuk mengkonfirmasi pembalikan jangka pendek.

USD/CAD di sisi lain tetap berada di kisaran ketat, dibawah 1.3145, resistensi kecil tanpa konfirmasi bottoming jangka pendek di 1.3037.

Berbagai saham Asia telah mengalami penurunan. Nikkei turun 0.98%, China Shanghai SSE turun 2.58%. HIS Hong Kong turun 1.66%. Singapore Strait Times turun 1.20%. Imbal hasil JGB 10 tahunan Jepang naik 0.0124 atau 0.151%.

Sentimen Jepang Muncul Dari BoJ

Dalam Laporan Ekonomi Regional triwulanan, BoJ mempertahankan penilaian terhadap sembilan wilayah untuk tidak berubah. Kesembilan wilayah tersebut melaporkan bahwa mereka telah berkembang dan pulih. Permintaan domestik terus naik, siklus perdagangan meningkat, dan pengeluaran bisa diminimalkan.  Namun, ekspor wilayah tersebut menurun karena perlambatan ekonomi luar negeri akibat perang dagang AS-China.

Baca Juga:   Ubs Dan Credit Suisse : Investor Harus Membeli Saham Internet Tiongkok

Selain itu, penilaian pasar secara keseluruhan belum berubah. Jepang menjadi salah satu negara dengan prospek terbaik saat ini, meskipun masih tersandung masalah  dengan Korea Selatan.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar