Penghindaran Risiko Emas Justru Melemah, Menunggu Keputusan Kebijakan Moneter ECB

Permintaan beli aset safe haven logam mulia mengalami penurunan di hari Kamis ini (23/1) mesipun sebelumnya sempat berkinerja dengan positif. Saat sesi Eropa berlangsung, harga emas melemah sampai 0,27 persen menuju ke level harga 1,554. Padahal sebelumnya saat sesi Asia, emas menguat sampai 0,31 persen naik ke level 1,563.

Ketika harga emas melemah, beberapa aset penghindaran risiko lainnya justru mengalami kenaikan sepanjang hari Kamis ini. Hal ini tergambar pada tolak ukur selera risiko yaitu imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun AS yang turun ke 1,753 atau sebesar 1,8 basis poin. Permintaan Yen Jepang juga melonjak ketika para pedagang dikhawatirkan oleh penyebaran virus Corona di China dan sudah menyebar ke beberapa negara dekatnya.

Bahkan akibat kekhawatiran virus tersebut, perdagangan saham global juga mencetak kinerja negatif. Saham Asia dan juga saham Eropa diperdagangkan dengan kondisi memerah pada hari Kamis ini. Kondisi ini seharusnya mampu dimanfaatkan dengan baik oleh logam mulia untuk melonjak karena penghindaran risiko yang besar.

Menunggu Keputusan ECB

Tapi kemungkinan para pelaku pasar dan investor saat ini sedang menunggu rilis kebijakan moneter dari bank sentral Eropa sebagai penggerak utama sesi akhir pekan. Jika terjadi pelonggaran kebijakan, maka bukan tidak mungkin harga emas akan menguat melonjak cukup tinggi.

Ahli analisa dari ANZ Bank mengatakan bahwa keputusan suku bunga rendah dan juga kebijakan yang akomodatif adalah sebuah realita yang ada. Sehingga akan mendorong kenaikan investasi di sekitar logam mulia. 

Namun saat ini harga emas melemah disebabkan oleh aksi para pelaku pasar dan investor yang sedang mengambil keuntungan. Sehingga langkah selanjutnya bisa dilihat setelah rilis keputusan kebijakan moneter yang akan disampaikan oleh bank sentral Eropa.

 

Baca Juga:   Analisa Emas, Minyak dan Perak Harian 9 January 2020

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar