Penandatanganan Kesepakatan Dagang Di Undur, Namun Penghapusan Tarif Tetap Dilakukan Lebih Awal

Kabar terbaru mengenai perdagangan AS-China dilaporkan dari Kementerian Dagang China yang mengatakan saat ini pemerintah Beijing dan Washington telah sepakat untuk menghapus kenaikan tarif dengan cara bertahap sebagai salah satu kesepakatan dagang. Sebelumnya pemerintah AS telah memberlakukan tarif tambahan terhadap produk-produk asal China yang masuk ke pasar AS saat perang dagang selama 16 bulan terakhir.

Sementara itu untuk kesepakatan dagang kedua belah pihak, diprediksi berisi mengenai perjanjian pembatalan kenaikan tarif yang sesuai jadwal akan berlaku pada 15 Desember mendatang. Kenaikan tersebut menyasar produk dari China yang masuk ke AS senilai $156 Miliar. Beberapa barang yang terkena seperti telepon seluler, mainan dan juga laptop.

Gao Feng, jubir Kementerian Dagang China menyatakan bahwa penghapusan tarif terhadap produk China adalah syarat utama untuk bisa mencapai kesepakatan dagang. Feng menambahkan AS dan China harus bisa kompak untuk saling membatalkan pemberlakukan tarif untuk bisa mencapai kesepakatan yang baik. Pasalnya perang dagang dimulai dengan adu tarif dan harus diakhiri juga dengan pembatalan tarif dengan proporsi yang sama.

Dilansir dari Reuters bahwa China ingin pemerintah AS menghapus kenaikan tarif sebesar 15 persen pada produk China yang senilai $125 Miliar yang telah berlaku sejak awal September.  Selain itu China juga mendesak agar AS memberikan keringanan pada kenaikan produk China 25 persen dengan nilai $250 Miliar.

Dengan pembatalan tersebut maka akan semakin terbuka peluang terjadinya penandatanganan kesepakatan dagang kedua negara. Namun sampai saat ini lokasi penandatanganan belum resmi diumumkan. Rencana awal penandatanganan akan dilakukan di Chili saat KTT APEC, namun harus dibatalkan karena masalah yang tidak berkaitan. Untuk saat ini dilansir dari pejabat senior pemerintahan AS, penandatanganan mungkin akan dilakukan di London, Inggris saat rapat NATO.

Baca Juga:   Pertemuan FOMC dan Serangkaian Data Ekonomi AS Menjadi Fokus Utama Pasar

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar