Pembicaraan Kembali Dimulai, Konflik Dagang AS-China Diharapkan Segera Usai

Berita terbaru dikatakan oleh Menteri Keuangan AS yaitu Steven Mnuchin menyebutkan bahwa saat ini perwakilan negosiasi konflik dagang AS-China akan melakukan pembicaraan melalui telepon beberapa hari nanti. Tapi sayanganya sampai saat ini masih belum ada kabar yang menyebutkan pertemuan tatap muka antara pemimpin kedua negara maupun perwakilan yang diperintahkan.

Panggilan dengan menggunakan telepon ini akan menjadi panggilan kedua kali dalam kurun waktu dua pekan terakhir oleh pejabat-pejabat ahli yang berasal dari Washington dan juga Beijing dalam upaya mencairkan kembali hubungan kedua negara.

Kemajuan Positif

Mnuchin juga mengungkapkan bahwa sampai sekarang telah ada kemajuan-kemajuan yang cukup signifikan dari konflik dagang AS-China yang sempat memanas. Sebelumnya Presiden Trump telah menyetujui dilakukan pembicaraan kembali dengan China mengenai hubungan dagang kedua negara dengan ekonomi paling besar di dunia ini. Kemarin pembicaraan sempat gagal saat bulan Mei setelah Amerika Serikat melemparkan tuduhan kepada China dinilai melanggar perjanjian yang sudah disepakati.

Karena tuduhan tersebut, akhirnya Trump marah dan menaikkan tarif atas barang China senilai $200 Miliar. Pada bulan Juni kemarin juga telah disepakati bahwa pemberlakukan tarif tambahan tersebut dibatalkan.

Padahal ekonomi China saat ini sedang mengalami perlambatan yang cukup suram dalam kurun waktu 27 tahun terakhir. Agar tidak mengalami kemunduran yang lebih suram, China terus berusaha negosiasi dengan AS atas konflik dagang AS-China yang sempat membuat hubungan mereka renggang.

Trump juga menuduh bahwa Beijing telah memanipulasi mata uang mereka agar produk-produk dari China menjadi lebih murah walaupun telah dikenakan tarif tambahan dari AS. Kedua negara ini juga terus melemparkan nada ancaman kenaikan tarif dalam perdagangan yang membuat hubungan semakin panas dan penuh ketidakpastian.

Baca Juga:   Dolar Melemah Karena Prospek Kesepakatan Perdagangan Meningkatkan Resiko

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar