Pasar Saham AS Terancam Setelah Hubungan AS-China Semakin Panas

Saat ini para pelaku pasar dan investor global sedang diserang kekhawatiran gagalnya kesepakatan dagang antara AS dan China. Kekhawatiran tersebut memuncak setelah kemarin Presiden Trump menandatangani UU terhadap Hong Kong yang bisa berdampak ke pembicaraan dagang kedua negara. Pasar saham tampak terus mendapatkan sinyal negatif setelah berita tersebut meluas.

Tidak tinggal diam, pemerintah China meminta agar duta besar AS untuk China datang dan bertemu untuk menyampaikan rasa tidak suka dan memberikan peringatan atas tindakan tersebut. Para pelaku pasar dan investor khususnya di pasar saham AS masih sangat khawatir bahwa kesepakatan dagang tidak akan terwujud sebelum tanggal 15 Desember mendatang. Pasalnya tanggal tersebut adalah batas dimulainya kenaikan tarif produk asal China ke pasar AS.

Kabar Perdagangan AS-China

Sementara itu dilansir dari Reuters, pemerintah AS saat ini bisa terus memberlakukan kebijakan yang akan membatasi pengiriman dan perdagangan teknologi asal AS ke perusahaan China seperti Huawei. Tapi Wall Street Journal melaporkan bahwa saat ini para pejabat China akan berusaha untuk bisa memisahkan konflik geopolitik dengan konflik perdagangan. Sehingga pemberlakuan UU terhadap Hong Kong tidak langsung merusak kesepakatan dagang kedua negara.

Sebelumnya pasar saham AS mengalami lonjakan setelah beberapa kabar optimis diterima oleh para investor. Pembukaan pekan kemarin, Kementerian Dagang China menyampaikan bahwa telah melakukan pembicaraan lewat sambungan telepon dengan wakil negosiasi dari AS.

Selain dari sisi perang dagang, pasar saham AS juga sempat mendapatkan pengaruh dari momen Black Friday sebagai tolak ukur tingkat belanja konsumen. Para penjual retail mengkhawatirkan bahwa dengan kenaikan tarif impor yang baru pada pertengahan Desember mendatang, maka akan membuat belanja konsumen mengalami perlambatan. Padahal belanja konsumen menjadi penopang pertumbuhan ekonomi AS dalam melawan perlambatan global.

Baca Juga:   Dolar AS dan Greenback Menguat Tipis Menghentikan Penurunan Tiga Hari Terakhir

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar