Pasar Saham AS Menghijau Pasca Natal Karena Optimisme Perdagangan

Perdagangan saham AS dilaporkan terus mengalami kenaikan dan mencatat rekor puncak yang paling tinggi sepanjang sejarah. Saham DJIA tercatat mengalami kenaikan sampai 0,34 persen dalam perdagangan 11 hari terakhir. Sementara itu S&P 500 dilaporkan juga mengalami kenaikan 0,51 persen dalam hitungan yang sama. Saham lainnya seperti Nasdaq juga mengalami kenaikan 0,78 persen.

Dalam sejarah pola pergerakan, memang saham AS sering mengalami kenaikan selama beberapa hari perdagangan. Kondisi ini sering disebut pada pedagang dengan reli Santa Claus dimana momentum terjadinya bertepatan dengan Hari Natal dan Tahun Baru. Sementara itu saat ini pada faktanya para pedagang terus memfokuskan diri pada kesepakatan dagang AS dan China yang hampir terselesaikan.

Beberapa hari terakhir terdengar komentar dari kedua negara mengenai kemajuan perdagangan. Sebelum libur Natal, Presiden Trump memberikan pernyataan bahwa kesepakatan hampir diselesaikan dan akan dilakukan pertemuan penandatanganan kesepakatan. Trump juga mengatakan sangat ini segera menyelesaikan kesepakatan tersebut.

Komentar itu dilanjut oleh pernyataan dari Jubir Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang yang mengatakan bahwa kedua negara terus menjaga komunikasi yang erat untuk dilakukan tanda tangan kesepakatan dan langkah selanjutnya.

Selain dari perdagangan, lonjakan permintaan beli saham AS juga terkait dari laporan data Mastercard. Dilaporkan bahwa data penjualan eceran AS pada 1 November sampai dengan Rabu menjelang Natal, mengalami kenaikan 3,4 persen. Belanja online menyumbang catatan rekor pada 14,6 persen dari keseluruhan penjualan.

Menurut Kepala Ahli Ekonomi dari MUFG yaitu Chris Rupkey, saat ini pasar tenaga kerja sedang dalam kondisi yang kuat. Selain itu pertumbuhan ekonomi AS juga baik sehingga memberikan arti bahwa perusahaan mendapatkan penghasilan. Kecerdikan dari American C-Suite akan mengganti penjualan menjadi pendapatan pada tahun depan. Sehingga pasar saham bisa dalam zona hijau.

 

 

Baca Juga:   Tertekan Akibat Jasa ISM Negatif, Dolar AS Fokus Ke Non-Farm Payrolls

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar