Pasar Ekspektasikan Rate Cut ECB, Euro Merosot

Euro merosot ke level rendah satu pekan terhadap Dolar AS, di sesi perdagangan Kamis (12/September) dini hari ini. Malam nanti, European Central Bank (ECB) akan mengumumkan kebijakan moneternya yang diekspektasikan dovish dan akan menambah stimulus.

Menebak Metode Stimulus ECB

Menurut sejumlah nara sumber anonim yang dirangkum oleh Reuters, para pembuat kebijakan di bank sentral tersebut menyatakan cenderung untuk memilih paket pelonggaran yang mencakup pemotongan suku bunga, jangka waktu penerapan suku bunga rendah yang lama, dan kompensasi bagi bank-bank yang terdampak efek samping dari suku bunga negatif.

Namun demikian, sejumlah analis memperkirakan bahwa kebijakan yang mungkin dipakai ECB adalah kembali memborong aset-aset, meskipun ada kemungkinan negara-negara Eropa Utara akan keberatan mengenai hal ini.

Shaun Osborne, ahli forex dari Scotiabank mengatakan bahwa ekspektasi pasar akan pelonggaran moneter, membuat Euro menjadi defensif saat ini. “Meski demikian, kami tidak sepenuhnya memperkirakan ekspektasi pelonggaran moneter secara agresif… Menurut kami, masih ada kemungkinan rebound bagi Euro setelah rapat kebijakan moneter ECB besok.” kata Osborne.

Saat berita ini ditulis, Euro turun 0.34 persen, dengan EUR/USD yang diperdagangkan pada kisaran 1.1011. Euro juga melemah tipis terhadap Yen, meskipun mata uang Jepang tersebut juga dilanda aksi jual seiring dengan bangkitnya minat risiko. EUR/JPY diperdagangkan pada posisi 118.730 saat berita ini ditulis.

euro

Kanselir Jerman Tolak Naikkan Anggaran Fiskal

Terlepas dari kebijakan ECB, dua hari sebelumnya, Euro sempat menguat pesa akibat rumor bahwa Jerman akan menggelontorkan stimulus fiskal guna menanggulangi perlambatan ekonomi. Sebagai ekonomi andalan Zona Euro, perkembangan ekonomi Jerman sangat memengaruhi Euro. Namun, Kanselir Jerman Angela Merkel memberikan konfirmasi pada hari ini, bahwa ia menolak untuk menaikkan anggaran belanja negara.

Baca Juga:   Ekonomi Global Menjadi Landasan Utama Kebijakan Bank Sentral Jepang

Tinggalkan sebuah Komentar