Pasangan GBPUSD Gagal Pulih Karena Data AS Yang Positif Mengangkat Dolar AS

Saat penyampaian laporan semeter pertama Financial Stability Report, Bank sentral Inggris mengungkapkan bahwa saat ini volatilitas pasar sedang melonjak cukup kuat terkait Brexit tanpa ada kesepakatan apapun. Sehingga harus ada langkah yang dilakukan oleh bank sentral Inggris agar bisa mengatasi dampak negatif yang lebih besar jika memang terjadi Brexit tanpa ada kesepakatan apapun serta ancaman perang dagang.

Resiko yang bersifat menghasilkan dampak langsung terhadap perekonomian Inggris tetap akan datang dari Brexit tanpa kesepakatan. Gubenur bank sentral Inggris, Carney juga menambahkan bahwa saat ini sistem keuangan yang sedang berlaku di Inggris sudah siap untuk menghadapi resiko Brexit dengan hasil apapun. Hal ini dilakukan dalma rangka membantu Poundsterling Inggris untuk bisa mempertahankan nilai keuntungan terhadap Dolar AS.

Data AS Positif

Sementara itu dari sisi Dolar AS, Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat menyatakan bahwa saat ini data CPI AS mengalami kenaikan 0,1 persen selama bulan Juni. Data sebelumnya di bulan Mei juga mengalami kenaikan dengan jumlah yang sama. Sementara itu selama periode satu tahun ini, tingkat inflasi umum mengalami kenaikan 1,6 persen. Inflasi inti juga mengalahkan harapan pasar dan naik 0,3 persen selama bulan lalu. Data positif ini merupakan hasil pertama kali yang sangat memuaskan dalam 5 bulan terakhir karena melonjak di atas 0,1 persen.

Selain itu para ahli ekonomi melihat hanya akan ada kenaikan 0,2 persen saja. Inflasi inti skala tahunan melonjak 2,1 persen selama bulan Juni atau naik dari hasil bulan Mei lalu di 2,0 persen. Laporan data mengenai tingkat inflasi AS ini membawa indeks Dolar AS mengalami pemulihan dari titik paling rendah skala mingguan. DXY mengalami pemulihan dari titik rendah 96,80 menuju ke 97,04.

Baca Juga:   Krisis Yang Muncul Di Tiongkok Dapat Memberikan AS Keunggulan Dalam Pembicaraan Perdagangan

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar