Pajak Penjualan Melonjak, Penjualan Eceran Jepang Terancam Memburuk

Tingkat produksi sektor pabrik dan penjualan eceran dari Jepang berdasarkan survei dari Reuters diprediksi akan mengalami penurunan pada laporan bulan Oktober tahun ini. Kondisi permintaan global yang terus mengalami perlambatan diperburuk dengan pajak bulan Oktober yang dilaporkan mengalami kenaikan. Dampaknya akan mengganggu kegiatan ekspor dan konsumsi dalam negeri Jepang.

Dari kumpulan data yang telah dianalisa menampilkan bahwa ekonomi Jepang akan mengalami kesulitan untuk pulih dari perlambatan. Hal tersebut akan memaksa para pembuat kebijakan di bank sentral Jepang memutar otak agar bisa mendorong pertumbuhan perekonomian Jepang.

Berdasarkan survei Reuters dari 18 ahli ekonomi menyampaikan prediksi bahwa tingkat produksi Jepang pada sektor industri akan anjlok 2,1 persen pada bulan Oktober dan 1,7 persen bulan September. Sementara itu untuk data penjualan eceran diprediksi akan mengalami penurunan sampai ke 4,4 persen pada bulan Oktober dalam hitungan tahunan.

Kenaikan Pajak Penjualan

Semakin terpuruknya ekonomi Jepang terutama pada sektor ekspor dan permintaan dalam negeri terutama disebabkan oleh pajak penjualan yang terus meningkat. Mengenai pajak yang membebani ekonomi, sebelumnya PM Abe telah memberlakukan pajak penjualan dari sebelumnya 8 persen menjadi 10 persen. Tujuan kenaikan pajak penjualan adalah untuk bisa mengendalikan tingkat utang publik yang terus menumpuk.

Selain karena faktor tersebut, penyebab terganggunya proses produksi serta penurunan ekonomi Jepang juga disebabkan oleh adanya bencana alam berupa hujan lebat dan banjir setelah adanya topan yang menerjang Jepang sejak awal November kemarin.

Untuk tingkat konsumsi dalam negeri mengalami pertumbuhan 0,4 persen dalam periode bulan Juli sampai September. Hasil itu lebih lambat dari periode sebelumnya di 0,6 persen. Hal ini membuat pemerintah menaruh kekhawatiran terhadap ekonomi Jepang nantinya. Parlemen Jepang juga terus memberikan dukungan agar pemerintah memberikan tambahan anggaran untuk mendorong pertumbuhan.

Baca Juga:   Jajak Pendapat Reuters: Perang Dagang Bisa Terus Membuat Yuan China Melemah Terhadap USD

 

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar