Optimisme AS-China Mendorong Penguatan Dolar AS

Perdagangan di sekitar mata uang Dolar AS terus mengalami penguatan pada hari Selasa kemarin (13/8). Salah satu pasangan mata uang yang terdampak adalah USDJPY yang mana Yen harus rela mengalah dan memangkas penguatannya dalam 4 hari berturut-turut. Pasangan ini langsung menguat tajam setelah mendengar kabar-kabar perdagangan yang optimis.

Sebelumnya Yen Jepang sangat optimis dalam 4 hari perdagangan dimana melonjak sampai 1,11 persen. Lalu pada hari Selasa kemarin, Yen justru harus kehilangan sekitar 1,37 persen akibat penguatan USD. Pembukaan hari Rabu (14/8) Yen terlihat kembali diminati pasar dan menguat sekitar 0,41 persen. Sehingga membawa pasangan USDJPY diperdagangkan di sekitar level harga 106.29 saat sesi dagang kawasan Asia berlangsung.

Menunggu Respon China

Walaupun sempat mendominasi di atas Dolar AS, sayangnya Yen masih rawan mengalami pelemahan besar. Pasalnya ada kabar yang sangat optimis dari hubungan dagang antara AS dengan China baru-baru ini. Dikabarkan bawah melalui Perwakilan Dagangnya, AS menyampaikan bahwa akan melakukan penghapusan daftar produk-produk asal China yang akan dikenakan tarif tambahan pada awal bulan September.

Kondisi yang optimis ini akan memaksa Yen melemah karena para pelaku pasar dan investor kembali menaruh minat pada aset berisiko dan meninggalkan safe haven seperti Yen.  Lebih lanjut lagi, sesuai pengumuman awal, pemberlakukan tarif tambahan 10 persen sebenarnya dijadwalkan akan dimulai pada 1 September mendatang. Namun dengan adanya penghapusan ini maka akan ditunda sampai dengan pertengahan bulan Desember. Beberapa produk yang ditunda seperti laptop, monitor komputer, ponsel dan juga konsol video game China.

Hal ini tentunya membawa angin sangat segar bagi perdagangan global terutama Dolar AS. Pasalnya semenjak ancaman kenaikan tarif oleh Presiden Trump, pasar sangat pesimis mengenai masa depan perang dagang. Saat ini akan menunggu respon China atas niatan baik dari AS.

Baca Juga:   Dolar Melemah Karena Prospek Kesepakatan Perdagangan Meningkatkan Resiko

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar