Nilai Tukar Dolar AS Menurun Terhadap Aset Berisiko Karena Optimisme Pasar

Nilai tukar Dolar AS terlihat bergerak lebih rendah saat diperdagangkan hari Selasa (10/9) ketika sesi Asia masih berlangsung. Turunya permintaan USD terjadi karena suasana pasar yang lebih mengarah ke aset-aset berisiko. Ada beberapa faktor yang menyebabkan bangkitnya minat pasar terhadap aset berisiko seperti adanya rencana stimulus dari Jerman, potensi Brexit tanpa kesepakatan yang mereda dan juga adanya harapan terjadi terobosan pada pembicaraan perang dagang AS dengan China.

Suasana pasar yang optimis terlihat telah mampu mendorong kenaikan pada Dolar Australia terhadap Dolar AS menuju ke tertinggi pada enam pekan terakhir di 0,6875. Selain itu Pound juga lebih unggul melonjak ke level harga 1,2385 terhadap USD. Optimisme Pound terjadi setelah UU Inggris mengenai usaha untuk memblokir Brexit tanpa kesepakatan akan mulai berlalu.

Kebangkitan sentimen risiko global terlihat pada permintaan safe haven seperti Yen Jepang yang mengalami penurunan permintaan. Pasangan mata uang USDJPY berada di level harga 107,47 setelah minat risiko pasar bangkit. Sesi Asia ini masih terlihat mengalami pergerakan ringan dan akan fokus ke keputusan kebijakan dari bank sentral Eropa pada hari Kamis mendatang. Pasar sendiri melihat ECB akan melakukan pelonggaran kebijakan moneternya.

Optimisme Perang Dagang

Kebangkitan minat pasar terhadap aset berisiko terjadi setelah adanya kepercayaan dari Menteri Keuangan AS yaitu Steven Mnuchin. Dia menyampaikan komentar kepada televisi Fox bahwa telah terjadi banyak kemajuan pada kesepakatan perang dagang antara AS-China dan saat ini AS telah siap untuk melakukan negosiasi lanjutan. Kondisi ini membawa Dolar AS lemah terhadap aset berisiko namun unggul terhadap safe haven.

Menurut Tapas Strickland yaitu seorang direktur ekonomi dari NAB menyampaikan bahwa saat ini perdagangan masih terlihat tenang. Namun ada sedikit faktor pendorong setelah komentar Mnuchin tersebut dan juga harapan stimulus oleh Jerman.

Baca Juga:   Saham Dunia Turun, Pound Jatuh, Minyak Melonjak

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar