Nilai Tukar Dolar AS Anjlok Saat Awal Pekan Perdagangan

Nilai tukar Dolar AS mengalami pelemahan cukup signifikan terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Pelemahan ini terjadi pada sesi akhir dagang hari Senin (12/8) yang disebabkan oleh bertahannya kekhawatiran. Sampai hari ini para pelaku pasar dan investor masih menaruh kekhawatiran seputar ketegangan perdagangan antara AS dengan beberapa mitra dagangnya termasuk China.

Pergerakan pada indeks Dolar AS yang sebagai tolak ukur kekuatan greenback terhadap beberapa mata uang utama mengalami penurunan sebesar 0,11 persen menuju ke 97,3933. Saat sesi akhir kawasan AS kemarin, pasangan mata uang EURUSD mengalami kenaikan menuju ke 1,1219 dari sebelumnya di 1,1207. Sementara itu Poundsterling juga mengalami lonjakan terhadap USD menuju ke 1,2077 dari sebelumnya di 1,2055.

Nasib berbeda terjadi pada AUDUSD dimana Dolar Aussie lemah menuju ke 0,6753 dari sebelumnya di 0,6791. Sementara itu Yen juga menguasai pasangan USDJPY dimana turun menuju ke 105,27 dari sebelumnya di 105,57. Dolar AS juga tunduk terhadap safe haven Franc Swiss menuju ke 0,9689 dari sebelumnya di 0,9722.

Untuk pasangan USDJPY, Yen mengalami lonjakan menuju ke titik paling tinggi terhadap USD sejak bulan Maret tahun 2018 lalu. Hal ini terjadi karena para pelaku pasar dan investor mengalihkan dananya ke aset safe haven seperti Yen. Karena sampai saat ini konflik perdagangan dan juga geopolitik terus berkepanjangan tanpa akhir yang jelas.

Bahkan analis dari Goldman Sachs menyebutkan pada Minggu kemarin (11/8) bahwa antara pemerintah AS dan pemerintah China kemungkinan tidak akan lagi mencapai kesepakatan dagang sebelum pemilihan Presiden AS 2020. Dampak dari konflik yang berlarut-larut juga menyebabkan adanya risiko resesi ekonomi AS. Karena adanya revisi penurunan pertumbuhan pada kuartal keempat AS.

Baca Juga:   Ketegangan Dagang Justru Membuat Dolar AS Melonjak Tinggi

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar