Neraca Perdagangan New Zealand Positif, Data Setelah Serangan Virus Corona Menjadi Perhatian Utama

Kantor Statistika New Zealand telah merilis data mengenai trade balance dengan hasil surplus mencapai $594 juta pada bulan Februari. Hasil data ekonomi New Zealand itu lebih tinggi dibandingkan dengan harapan awal yang hanya berada di $550 juta. Dan lebih baik dari laporan sebelumnya yang rendah hanya di $414 Juta.

Salah satu pendorong neraca perdagangan New Zealand yang melonjak adalah permintaan susu dari China yang naik tajam. Permintaan naik sampai 28 persen atau memiliki nilai sekitar $191 juta dalam tahunan. Namun ekonomi New Zealand juga cukup tertekan akibat ekspor kehutanan yang anjlok 27 persen atau senilai $124 juta dan perikanan turun 27 persen senilai $42 juta. Secara luas tingkat ekspor bulan Februari naik 4,5 persen sekitar $212 juta menuju ke $4,9 Miliar.

Manajer kantor statistik NZ yaitu Darren Allan mengatakan dalam tahunan ekspor susu bubuk naik paling tinggi. Walaupun China diterpa wabah virus Corona, tapi permintaan susu tetap pada level yang tinggi. Namun ekspor kayu, daging dan ikan anjlok tajam. Sementara itu ekspor daging ke AS menjadi lebih tinggi dibandingkan China.

Virus Corona Menjadi Ancaman

Data ekonomi New Zealand mengenai neraca perdagangan cukup menggembirakan. Tapi perlu diingat bahwa bulan Februari, New Zealand belum tertekan oleh wabah virus Corona. untuk saat ini negara itu telah mencatatkan kasus positif sekitar 47 orang. Diprediksi kasus akan terus meningkat dan penyebaran belum sampai pada titik paling tinggi.

Pada hari Rabu kemarin (25/3) pemerintah New Zealand telah memberlakukan lockdown untuk menekan penyebaran virus Corona. Tentunya keputusan ini akan memiliki dampak yang signifikan pada ekonomi New Zealand. Sehingga data ekonomi terutama mengenai neraca perdagangan bulan Maret dan bulan-bulan selanjutnya akan terus diperhatikan.

 

Baca Juga:   Saham Asia Mendaki, Wall Street Gagal Meneruskan Kinerja Positif Semalam

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar