Nada Pesimisme Kesepakatan Dagang AS-China Dari Presiden Trump

Saat ini prospek kemajuan pada pembicaraan dagang antara AS dengan China tampak mengalami penurunan. Mengenai turunnya harapan kesepakatan perang dagang, ada dua faktor yang saat ini menjadi permasalahan. Pertama adalah pemerintah AS memutuskan untuk memblokir beberapa perusahaan asal China. Langkah ini berdalih bahwa perusahaan itu telah ikut serta dalam pelanggaran HAM di Uighur.

Sementara itu faktor meredupnya prospek kesepakatan perang dagang adalah pernyataan dari Presiden Trump baru-baru ini. Dia mengatakan bahwa sangat tidak mungkin untuk bisa mencapai kesepakatan dagang dalam jangka waktu yang singkat. Terlebih lagi langkah yang diambil oleh Departemen Perdagangan AS telah menyebabkan hubungan kedua negara kembali memanas.

Perseteruan perdagangan antara AS dengan China ini sudah berlangsung sekitar 15 bulan. Bahkan perseteruan dua negara telah merusak pasar keuangan dan memunculkan perlambatan ekonomi global. Sementara itu Presiden Trump dengan penasihat pemerintah AS memperlihatkan optimisme pada negosiasi dagang yang akan berlangsung pekan ini. Pertemuan ini merupakan kali pertama sejak eskalasi perang dagang kedua negara melonjak beberapa bulan lalu.

Namun walaupun cukup optimis, Trump menyatakan tidak suka dengan adanya kesepakatan dagang parsial. Sementara itu memang pemerintah China beberapa hari yang lalu mengatakan tidak akan menyetujui kesepakatan yang diajukan oleh Trump dan mungkin akan memilih kesepakatan parsial. Perbedaan pendapat ini sempat dingin setelah pemerintah AS membuka diri untuk melihat proposal kesepakatan dari China.

Sementara itu Presiden Trump juga memberikan peringatan kepada China mengenai demonstrasi di Hong Kong. Trump berharap ada jalan keluar yang manusiawi dan damai untuk bisa menghentikan kerusuhan  tersebut. Jika terjadi hal yang buruk maka akan sangat membawa dampak suram bagi negosiasi perang dagang. Sejauh ini Polisi Hong Kong telah menggunakan peluru karet, meriam air dan gas air mata untuk menghadapi demonstrasi.

Baca Juga:   Alasan Mata Uang Euro Anjlok Tajam Terhadap Dolar AS

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar