Minyak Mentah Pulih Ringan, Penurunan Lebih Dalam Masih Mungkin Terjadi

Posisi harga minyak mentah hari ini mengalami penguatan setelah kemarin ditutup dengan catatan yang negatif. Sayangnya lonjakan minyak mentah saat ini didorong oleh katalis yang kurang jelas. Sehingga masih sangat rawan sekali untuk merosot kembali lebih dalam. Pada hari Rabu (18/3) menjelang pembukaan sesi Eropa, energi diperdagangkan di sekitar level harga 29,06 di berjangka Brent dan 27,06 di berjangka WTI AS.

Walaupun mengalami pemulihan, sayangnya posisi harga minyak mentah hari ini masih berada di bawah level harga 30 dan menimbulkan kekhawatiran para pedagang. Melihat dari outlook minyak tampaknya juga masih sangat suram. Mengingat wabah virus Corona belum ada tanda-tanda penurunan penyebaran dan perang harga Arab melawan Rusia terus berkecamuk.

Mengenai wabah virus Corona, China dilaporkan telah berhasil untuk menjinakkan virus tersebut. Terbukti dengan penurunan jumlah kasus yang sangat signifikan dan tingkat kesembuhan warganya yang juga melonjak tinggi. Tapi sayangnya kekhawatiran justru datang dari luar China, beberapa negara terus mencatat kenaikan kasus termasuk Indonesia.

Implikasinya terhadap minyak mentah hari ini adalah permintaan akan merosot tajam dan menyebabkan harga minyak turun karena kelebihan pasokan. Salah satunya adalah Jepang yang melaporkan impor minyak mentahnya mengalami penurunan 9 persen pada Februari 2020.

Masa Depan Energi Suram

Masa depan harga minyak mentah tampaknya cukup suram sekali. Pasalnya di tengah penurunan pasokan akibat virus Corona, Arab Saudi dan Rusia sedang panas karena perang harga minyak. Kedua negara terlibat konflik harga setelah sebelumnya OPEC dan sekutu gagal mencapai kesepakatan produksi energi.

Harga minyak mentah hari ini yang masih rendah dan tekanan akibat virus Corona akan memukul ekonomi global. Para investor memang sangat khawatir bahwa ekonomi global akan jatuh ke resesi akibat masalah-masalah yang ada saat ini. Terutama mereka akan terus fokus ke virus Corona sebagai masalah utama.

 

 

Baca Juga:   Saham Asia Memerah Karena Penghindaran Risiko Pasca Serangan Iran Ke Militer AS

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar