Minyak Mentah Melemah Mengabaikan Penurunan Pasokan Energi Dari API AS

Posisi harga minyak mentah melemah di berjangka WTI AS di hari Rabu ini saat sesi Asia berlangsung. Saat ini minyak mentah berada di sekitar level harga 41,15 per barel. Bahkan sebelumnya di hari Selasa kemarin, energi mencatatkan penurunan sampai 1,3%. Kemungkinan penurunan ini disebabkan oleh kondisi ekonomi global yang tidak menentu dan pemulihan Dolar AS.

Persediaan Minyak AS Turun

Sementara itu total persediaan minyak mentah di AS oleh API sampai 24 Juli mengalami penurunan 6,829 juta barel. Sementara itu para ahli analisa memprediksi bahwa akan ada lonjakan pasokan minyak mentah AS sampai 357 ribu barel. Karena sebelumnya juga sempat mengalami kenaikan sangat besar sampai di 7.544.000 barel dalam sepekan.

Sayangnya penurunan persediaan minyak mentah swasta di AS ini tidak mampu memberikan dukungan harga minyak mentah pada hari Selasa kemarin. Bahkan di hari Rabu ini, minyak mentah melemah kembali mengabaikan pasokan yang turun tersebut.

Banyak yang menilai penurunan harga energi ini terjadi karena ketakutan investor terhadap lonjakan kasus virus Corona di banyak negara. Kemudian masalah antara AS dan China juga sangat membebani harga energi. Pasalnya kedua masalah itu akan mempengaruhi masa depan ekonomi global. Lalu lebih panjang lagi masalah itu akan berdampak ke penurunan permintaan energi global karena ekonomi yang bisa kembali turun.

Faktor yang bisa membantu minyak mentah melemah saat ini untuk kembali naik adalah pertemuan The Fed nanti malam. Pertemuan itu akan menggerakkan sentimen risiko dan memberikan kejelasan arah selanjutnya dari minyak mentah. Jika memang Fed akan dovish sesuai prediksi, pelemahan energi bisa berakhir. Karena tentunya Dolar AS sebagai mata uang global akan melemah jika Fed bernada dovish.

 

 

Baca Juga:   NZDUSD Hari Ini Naik Karena Risk On, Mengabaikan Masalah Geopolitik

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar