Minyak Mentah Mampu Melonjak Kembali Karena Optimisme Kesepakatan AS-China

Perdagangan minyak mentah global mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir saat sesi Asia berlangsung di hari Selasa (14/1). Minyak mentah melonjak menjelang ditandatanganinya kesepakatan dagang tahap awal antara AS dengan China. Acara utama tersebut akan dilakukan pada esok hari tanggal 15 Januari di Washington.

Perdagangan di hari Selasa ini, minyak mentah berjangka Brent telah mengalami kenaikan sampai 0,26 persen menuju ke level harga 64,36. Sementara itu minyak berjangka di WTI AS juga melonjak 0,29 persen menuju ke 58,25 persen.

Sebelumnya harga minyak mentah sempat melonjak tajam setelah tewasnya Jenderal Militer utama Iran yaitu Qassem Soleimani dalam penyerangan drone Amerika Serikat. Iran merespon tindakan militer AS itu dengan keras dan beberapa hari setelah itu turut melakukan balasan. Minyak mentah melonjak karena para pelaku pasar dan investor merasa khawatir pada masa depan pasokan minyak mentah global.

Tapi harga minyak mentah langsung merosot setelah Presiden Trump memberikan pernyataan resmi yang mengindikasikan penurunan eskalasi perang kedua negara. Trump mengatakan lebih memilih memberlakukan sanksi ekonomi bagi Iran daripada melakukan serangan militer balasan.

Menguat Karena Perdagangan AS-China

Saat sesi Asia berlangsung hari ini, permintaan minyak mentah kembali mengalami penguatan akibat optimisme kesepakatan dagang antara AS dengan China. Kesepakatan itu ditandatangani oleh perwakilan kedua negara pada 15 Januari esok di Washington.

Kemungkinan minyak mentah global juga akan mengalami pergerakan saat rilis data pasokan minyak mentah AS. Hasil survei Reuters menyebutkan bahwa kemungkinan minyak mentah AS dalam mingguan yang berakhir 10 Januari akan mengalami penurunan 800K.

Sementara itu belum ada kejelasan kembali mengenai potensi pemangkasan produksi lebih besar oleh OPEC dan sekutu. Saat ini organisasi itu telah memangkas produksi dengan jumlah lebih besar dari sebelumnya dan keputusan selanjutnya akan diperhatikan oleh pedagang.

Baca Juga:   Ricuh Hong Kong Kian Mengilapkan Emas

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar