Minyak Mentah Kembali Turun Karena Kekhawatiran Permintaan Di Tengah Pandemi Gelombang Kedua

Pergerakan komoditas minyak mentah global kembali mengalami penurunan di hari Selasa ini (14/7). Bahkan penurunan itu adalah perpanjangan dari bias bearish yang dicatatkan hari Senin kemarin. Penyebab utama harga minyak mentah turun diprediksi karena kekhawatiran pandemi yang meningkat. Karena pembatasan aktivitas kembali bisa menurunkan permintaan energi dan berdampak ke kelebihan pasokan.

Saat sesi pertengahan Asia hari Selasa ini, energi utama diperdagangkan di sekitar level harga 39,15 di berjangka WTI. Kemudian di Brent minyak berada di sekitar level harga 41,86 atau merosot sampai 2,01%. Pada hari Senin ditutup dengan penurunan sampai 1% karena penyebab yang sama.

Amerika Serikat menjadi negara dengan tingkat pertambahan kasus harian yang paling tinggi. Dalam sehari ada penambahan kasus sampai di atas 60 ribu. Sementara itu berita terbaru mengatakan otoritas California memutuskan untuk kembali menutup beberapa sektor bisnis. Selain itu menahan diri dari kebijakan pelonggaran yang lebih luas seperti prediksi awal.

Langkah yang diambil oleh California ini juga sudah diberlakukan di negara bagian lainnya seperti Texas dan juga Florida. Tiga negara bagian ini mencatatkan kenaikan kasus yang paling besar dari seluruh negara bagian Amerika Serikat. Ini tentunya akan membuat investor minyak berspekulasi dan menyebabkan harga minyak mentah turun baru-baru ini.

Menunggu Berita Utama

Pergerakan harga minyak selanjutnya juga akan menunggu data pasokan energi dari API dan EIA. Data itu akan sangat mempengaruhi pergerakan minyak mentah berjangka WTI. Jika jumlah pasokan meningkat akibat perlambatan permintaan, harga minyak berisiko kembali turun lebih dalam.

Sementara itu OPEC dan sekutu juga akan melangsungkan pertemuan hari Selasa dan Rabu pekan ini. Diprediksi organisasi itu akan menaikkan produksi dimana sebelumnya dipangkas 9,7 juta barel menjadi lebih sedikit ke 7,7 juta barel untuk Agustus sampai Desember 2020.

 

Baca Juga:   Jika China Dan As Memecah Dunia Teknologi, Itu Bisa Merugikan Konsumen

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar