Minyak Mentah Kembali Memperpanjang Pemulihan Lima Hari Terakhir

Saat sesi awal kawasan Asia hari Selasa ini (7/4) minyak mentah global di berjangka WTI sempat turun menuju ke level harga 26,00. Namun saat menjelang pembukaan sesi Eropa harga minyak mentah kembali menguat menuju ke level harga 28,85 atau mewakili kenaikan 3,1%. Dengan kenaikan ini maka tolak ukur energi mampu meneruskan pemulihan yang terjadi selama lima hari terakhir.

Penurunan saat sesi Asia terjadi karena kekhawatiran para investor atas hubungan Arab dan Rusia. Pasalnya kedua negara yang tergabung dalam OPEC dan sekutu memutuskan menunda pertemuannya dalam pembahasan pemangkasan produksi.  Padahal para investor global sangat menunggu pertemuan itu karena akan menentukan arah harga minyak mentah global selanjutnya.

Sebelumnya Presiden Trump telah mengklaim bahwa dirinya menghubungi Arab Saudi dan Rusia untuk mencapai kesepakatan pemangkasan produksi. Pasca klaim yang disampaikan oleh Trump itu, harga minyak mentah global langsung melonjak sangat tinggi bangkit dari terendah. Namun tertolak kembali setelah OPEC dan sekutu menunda pertemuannya.

Risk On Mendukung Energi

Kenaikan harga minyak mentah saat ini juga terkait dengan kondisi sentimen risiko global yang mulai membaik. Beberapa negara dengan jumlah kasus paling banyak seperti Italia dan Spanyol melaporkan penurunan tingkat kematian selama tiga pekan terakhir. Selain itu Presiden Trump juga memberikan sinyal akan ada stimulus ekonomi lanjutan untuk AS yang juga diikuti oleh Jepang dan New Zealand.

Selanjutnya para pelaku pasar dan investor minyak mentah akan fokus ke data mengenai jumlah pasokan minyak mentah AS oleh API. Selain itu OPEC dan sekutu menunda pertemuan yang seharusnya hari Senin kemarin menjadi hari Kamis besok. Sehingga hasil dari pertemuan itu akan sangat menentukan masa depan pasokan global dan harga minyak mentah.

 

Baca Juga:   Dolar Kanada Terseret Pelemahan Minyak Mentah, USDCAD Melonjak

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar