Meski Naik, Harga Emas Terjebak Konsolidasi Di Tengah Isu-Isu Ini

Meskipun kembali ke kisaran 1,500 Selasa malam ini, harga emas secara umum masih terjebak dalam mode konsolidasi. Perkembangan Brexit, perundingan dagang AS-China, dana melemahnya data ekonomi AS, menjadi tiga hal yang mensponsori bullish emas sementara ini. Harga emas spot, seperti yang tergambar dalam grafik XAU/USD di bawah ini naik 0.77 persen mencapai kisaran 1,504.

harga emas naik

Sedangkan emas futures untuk pengiriman Desember di bursa Comex menduduki angka $1,510.75 per troy ounce, naik 0.4 persen dari posisi sebelumnya.

Kemungkinan akan dipotongnya lagi suku bunga The Fed dalam rapat FOMC akhir bulan ini, melebar kembali setelah data Inflasi Produsen (Purcashing Producers Index) AS anjlok ke -.03 persen. Level tersebut adalah yang terendah dalam 8 bulan teakhir, dan membuat inflasi harga barang yang keluar dari pabrik menjadi hanya 1.4 persen dalam basis tahunan, terendah sejak 2016.

Para investor di Amerika Utara, meski terlambat, tetapi berperan penting dalam menambah reli harga emas tahun ini. Mereka menimbun 62.1 ton emas sebagai aset mereka, melalui bursa-bursa perdagangan komoditas pada bulan September. Sebaliknya, para investor Eropa, yang awalnya memborong logam mulia sebagai antisipasi atas risiko Brexit dan suku bunga negatif ECB, hanya menambah kepemilikan emas dengan total 7.7 ton saja.

Menurut WGC, kenaikan harga emas, khususnya di Eropa saat ini, dipengaruhi oleh membesarnya kemungkinan No Deal Brexit, seiring dengan gagalnya PM Boris Johnson untuk membuat Jerman mendukung gagasannya meniadakan pemeriksaan di perbatasan Irlandia.

Di sisi lain, Washington sedang bersiap-siap menyambut kedatangan Wakil PM China Liu He dan delegasi China lainnya guna membicarakan kembali tarif impor yang sudah mereka terapkan. Sayangnya, peluang kesepakatan perdagangan kedua negara tersebut dicederai oleh rencana AS untuk membatasi capital inflow ke China dan pemblokiran sejumlah perusahaan China di AS.

Baca Juga:   Data Optimis Mengangkat Dolar, Pound Tergelincir Setelah Penundaan Brexit

Tinggalkan sebuah Komentar