Menteri Keuangan Inggris Memberikan Stimulus Fiskal Tambahan dan Insentif Untuk Mendukung Ekonomi

Pekan ini menjadi pekan yang sangat ditunggu oleh para pelaku pasar dan investor global. Karena ada jadwal dimana Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak akan memberikan komentar dan langkah kebijakan dari pemerintah Inggris. Pada acara utama itu, Rishi Sunak memutuskan untuk memberikan stimulus fiskal untuk membantu ekonomi Inggris pulih.

Tingkat bantuan sektor pajak itu mencapai $38 Juta dan juga bantuan bentuk lain seperti bonus bagi perusahaan yang mau menarik masuk lagi para pegawainya. Jumlah stimulus fiskal itu diberikan antara lain dengan pemangkasan PPn hotel dan juga menghilangkan pajak properti untuk pembelian sekitar dibawah 500 ribu Poundsterling.

Degan pengumuman langkah kebijakan dari Kanselir Rishi Sunak itu, maka total stimulus yang dilancarkan terus bertambah banyak. Sampai saat ini jumlah stimulus untuk mengatasi perlambatan akibat pandemi mencapai $208 Miliar. Jumlah itu setara dengan 7,4% dari PDB Inggris 2019.

Perkembangan Brexit

Mata uang Poundsterling Inggris bereaksi positif pasca kebijakan pemerintah itu. Selain itu dorongan tambahan bagi Pound juga datang dari pembicaraan Brexit Inggris dan Uni Eropa. Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan terus berusaha mendorong kedua pihak untuk bisa mencapai kesepakatan perdagangan pasca Brexit.

Walaupun ada nada positif mengenai pembicaraan Brexit, tapi banyak juga investor yang masih ragu dengan hasil akhir pembicaraan itu. Karena pemerintah Inggris terutama PM Boris tetap pada pendirian tidak akan memperpanjang masa transisi untuk pembicaraan kesepakatan. Walaupun sebelumnya PM Boris juga mengatakan akan berusaha mencapai garis besar kesepakatan.

Hasil Brexit itu akan sangat berpengaruh besar bagi ekonomi Inggris. Banyak yang mengharapkan kesepakatan dagang yang baik dengan Uni Eropa bisa membantu pemulihan ekonomi Inggris di tengah pandemi. Tapi jika gagal atau Hard Brexit, maka pemulihan ekonomi akan lebih sulit lagi.

 

Baca Juga:   Intervensi Mata Uang Tidak Akan Dilakukan AS, Trump Hanya Ingin Keseimbangan Dagang

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar