Mengenal Platform Trading MetaTrader 4 dan MetaTrader 5

Setiap trader forex pasti pernah mendengar nama platform trading MetaTrader, baik itu MetaTrader 4 maupun MetaTrader 5. Betapa tidak, semua broker forex terbaik Indonesia maupun luar negeri mengusung platform MetaTrader sebagai perangkat trading online utama. Namun, apakah Anda sudah tahu siapa pembuat MetaTrader, apa perbedaan antara MetaTrader 4 dan MetaTrader 5, serta apa saja keunggulannya hingga disukai oleh trader di berbagai negara? Artikel ini akan mengajak Anda mengenal platform trading paling populer ini secara lebih mendalam.

Sejarah MetaTrader

Platform trading MetaTrader 4 dikembangkan oleh perusahaan MetaQuotes Software yang berpusat di Rusia dan pertama kali diluncurkan pada tahun 2005. Software ini ditawarkan oleh MetaQuotes kepada para broker forex untuk memfasilitasi trading forex online dengan teknologi terkini. Trader forex bisa menggunakan MetaTrader secara gratis, tetapi broker harus membayar lisensi pada MetaQuotes agar bisa menyediakannya bagi para trader.

Sebelumnya, MetaQuotes sempat merilis beberapa versi MetaTrader sejak tahun 2002, tetapi cenderung dianggap produk gagal. Sambutan hangat baru diterima oleh MetaTrader 4 yang disukai oleh trader, karena memungkinkan pemasangan robot trading serta penggunaan indikator teknikal secara lebih mudah dan intuitif dengan bahasa pemrograman MQL4. Trader bisa menyaksikan pergerakan harga secara real-time, menerapkan analisa teknikal, sekaligus order Buy/Sell dan memantau histori transaksi pada satu layar.

Contoh tampilan platform MetaTrader 4:

tampilan platform MetaTrader 4

Bagi broker, platfrom MetaTrader 4 yang memiliki enam komponen terintegrasi (Server, Client, Data Center, Administrator, Manager, Mobile) juga mempermudah kinerja departemen IT. Selama tahun 2007-2010, jumlah broker forex yang mengadopsi MetaTrader 4 terus bertambah hingga platform ini menjadi software trading online nomor satu dengan jumlah pengguna terbesar di seluruh dunia.

Seiring berjalannya waktu, MetaQuotes merasa kalau MetaTrader 4 terlalu “ketinggalan jaman” dan kesulitan mengakomodasi sejumlah fitur baru yang dibutuhkan oleh trader. Oleh karenanya, MetaQuotes mulai mengembangkan platform trading MetaTrader 5 pada tahun 2009. Akun riil berdasarkan platform trading MetaTrader 5 mulai diluncurkan pada bulan September 2010.

Baca Juga:   3 Cara Singkat Memahami Analisis Fundamental Forex (Part II)

Contoh tampilan MetaTrader 5, sang “adik” MetaTrader 4:

tampilan MetaTrader 5

Pada awal dirilisnya MetaTrader 5, para trader menolak keras platform trading ini. Masalahnya, walaupun tampilannya sepintas mirip dengan MetaTrader 4 dan bahkan dilengkapi teknologi lebih canggih, tetapi ada dua kekurangan:

  1. Versi MetaTrader 5 paling awal menerapkan aturan FIFO (First In, First Out). Tujuan MetaQuotes sebenarnya adalah agar sesuai dengan aturan Amerika Serikat yang melarang teknik hedging dalam satu akun. Namun, hasilnya justru platform ini ditolak oleh mayoritas trader dari berbagai wilayah.
  2. MetaTrader 5 menggunakan bahasa pemrograman yang berbeda dengan MetaTrader 4, yaitu MQL5. Akibatnya, trader enggan berpindah ke MetaTrader 5 karena harus menulis ulang robot trading atau expert advisor yang telanjur diandalkan.

Menanggapi berbagai kritik tersebut, MetaQuotes akhirnya merevisi aturan FIFO, sehingga setiap broker bisa mengatur sendiri apakah akan menerapkan FIFO (melarang hedging) atau tak menerapkannya (memperbolehkan hedging). Berikutnya, mulai dari build 600, MQL4 dan MQL5 dapat digunakan melakukan MetaEditor yang sama, sehingga membantu transisi yang lebih lancar bagi trader dari MetaTrader 4 ke MetaTrader 5.

Akhirnya, pada bulan Januari 2018, MetaQuotes mengumumkan telah menghentikan penjualan lisensi dan update fungsi baru pada MetaTrader 4. Sejak saat itu, banyak broker forex yang hanya memperbolehkan pembukaan akun baru pada MetaTrader 5 saja, walaupun MetaTrader 4 masih boleh dipergunakan oleh trader lama.

Fungsi Platform Trading MetaTrader

Platform MetaTrader disukai oleh banyak orang karena fungsionalitasnya komplit, serta tersedia dalam berbagai versi mulai dari desktop (Windows dan MacOS), webtrader, hingga aplikasi (Android dan iPhone). Secara umum, terminal Client pada MetaTrader 4 maupun MetaTrader 5 memiliki lima bagian dengan fungsi sebagai berikut:

  1. Menu Bar dan Shortcut: Bagian paling atas platform MetaTrader berisi Menu Bar dan aneka Shortcut. Di sini trader bisa mengakses bermacam-macam pilihan untuk memodifikasi jendela platform (View); menyisipkan indikator teknikal atau tools lainnya di atas grafik harga (Insert); mengganti jenis grafik menjadi garis, batang, atau candlestick (Charts); membuat order Buy/Sell dan memodifikasi atau menguji robot trading (Tools); menambah dan mengurangi jumlah jendela grafik, atau menata ulang formasi jendela (Window); serta memperoleh panduan cara menggunakan Metatrader (Help). Opsi Shortcut disediakan untuk mempercepat akses, tetapi sebenarnya mencakup fitur-fitur yang sudah tersedia pada Menu Bar. Misalnya, untuk menampilkan formulir order Buy/Sell dengan lebih cepat, trader cukup klik tombol “New Order” pada deretan shortcut.
  2. Bidang Grafik Harga (Charts): Setting default grafik harga berwarna hitam, tetapi Anda dapat memodifikasinya dengan klik kanan di atas penampang grafik. Modifikasi ini bisa mencakup warna latar, jenis timeframe, jenis grafik, Zoom In-Zoom Out, Depth of Market (DoM), dan lain sebagainya. Untuk menampilkan grafik harga pair tertentu, trader bisa klik salah satu simbol pair di daftar Market Watch, lalu seret dan jatuhkan (drag and drop) di atas bidang grafik yang sudah terbuka. Jika ingin menaruh indikator teknikal tertentu, cukup klik “Insert” pada Menu Bar, lalu pilih indikator apa yang diinginkan.
  3. Market Watch: Bagian ini berisi daftar pair yang ingin Anda pantau setiap hari. Setting default biasanya hanya mencakup pair mayor, tetapi Anda kemungkinan bisa menambahnya dengan klik kanan pada penampang Market Watch, lalu klik opsi “Symbols”.
  4. Navigator: Bagian ini berisi keterangan akun trading Anda (nomor akun dan nama pemilik akun), serta berbagai fitur yang dapat dipasang dengan drag and drop ke atas grafik harga. Beberapa contoh fitur ini termasuk indikator teknikal dan robot trading yang sudah di-install pada platform.
  5. Folder Alert, Histori, dll: Pada bagian ini, Anda bisa memantau berapa besar saldo tersisa, berapa banyak keuntungan atau kerugian yang didapat, berapa posisi trading terbuka dan berapa posisi trading tertutup (histori akun). Setiap keuntungan dan kerugian sudah dihitung secara otomatis menjadi nilai Dolar AS tertentu, sehingga Anda tak perlu bingung menghitung secara manual. Selain itu, Anda bisa memperoleh berita pasar terbaru, kalender forex, mendapatkan pesan (mail) berupa pengumuman terbaru broker, mengakses marketplace tempat jual-beli sinyal trading, dan lain sebagainya.
Baca Juga:   Jam Pasar Forex dan Waktu yang Tepat untuk Trading

Singkat kata, platform trading MetaTrader 4 dan MetaTrader 5 adalah software canggih yang membuat trader bisa bertransaksi forex secara online. Software ini bisa diperoleh dari broker forex, setelah Anda membuka akun trading demo maupun riil.

Saat pertama kali membukanya, Anda boleh jadi merasa kebingungan, sehingga lebih baik coba-coba dulu pada akun demo. Klik dan seret setiap menu untuk mencoba-coba fungsinya. Setidaknya, cobalah untuk menampilkan grafik berbagai pair serta melakukan order. Panduannya dapat diperoleh dari pedoman penggunaan yang tersedia pada menu Help, menonton video MetaTrader dari Youtube, konsultasi dengan teman sesama trader, ataupun meminta petunjuk langsung dari broker.

Beri rating artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...

Tinggalkan sebuah Komentar