Mata Uang Euro Positif Setelah Inflasi Naik, Dinamika Politik Akan Menjadi Beban Selanjutnya

Jika melihat dari analisa teknikal, saat ini mata uang Euro telah mampu ditutup dengan kenaikan yang cukup baik dua hari terakhir. Sebelumnya memang Eurostat telah melaporkan data mengenai tingkat inflasi dengan hasil kenaikan menuju ke 1,0 persen dari sebelumnya di 0,7 persen tahun ke tahun. Hasil itu lebih tinggi dari apa yang para ahli prediksi sebelumnya yang hanya berada pada level 0,9 persen.

Sementara itu untuk data mengenai inflasi inti juga dilaporkan dengan hasil yang sangat memuaskan. Data itu berada pada level 1,3 persen dari sebelumnya di 1,1 persen tahun ke tahun. Memang data telah mengalami lonjakan yang cukup baik, tapi sayangnya masih cukup jauh dari target yang ditetap oleh bank sentral Eropa sebelumnya di 2 persen. Walaupun begitu, mata uang Euro berhasil mengambil keuntungan dari laporan yang positif.

Bank sentral Eropa sendiri saat ini telah dipimpin oleh Gubernur yang baru yaitu Christine Lagarde. Diprediksi dia tidak akan melakukan perubahan suku bunga dan tetap berada pada level negatif dengan QE yang tetap berlaku.

Politik Penggerak Euro

Dari sisi politik, akan berlangsung pertemuan partai SDP dalam pemilihan pemimpin yang baru. Partai ini merupakan pemrakarsa adanya koalisi pemerintahan di Jerman saat ini yang bergandengan dengan CDU dengan pimpinannya Kanselir Angela Merkel. Dinamika politik juga akan mampu memberikan dampak bagi mata uang Euro ke depannya.

Salah satu kandidatnya cukup mengkhawatirkan dengan tujuan politik radikal yang keras. Diprediksi bahwa memang kandidat Saskia Esken dan Norbert Walter-Borjans menjadi pemimpin SDP, maka mereka akan membubarkan koalisi yang sudah terbentuk. Dampaknya bisa saja Jerman akan terpaksa untuk melakukan pemilihan umum kembali yang lebih awal dari jadwal.

 

Baca Juga:   1 Dari 5 Perusahaan Mengatakan China Telah Mencuri Ip Mereka Dalam Setahun Terakhir

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar