Mata Uang Euro Mencoba Naik Lebih Tinggi Dengan Berbagai Faktor Yang Membebani

Perdagangan mata uang Euro pada hari ini terlihat mendapatkan dorongan-dorongan positif. Hasilnya pasangan mata uang EURUSD mampu mendaki menuju ke level harga 1,1180 yang menjadi titik paling tinggi dalam sesi. Tawaran beli terus bertahan selama perdagangan hari Rabu (14/8). Ada beberapa pembatas secara teknikal yaitu sisi atas mingguan oleh SMA 200 skala jam.

Sebelumnya pasangan ini harus rela turun dari titik paling tinggi pada hari Selasa kemarin. Penyebab utamanya adalah adanya kabar mengenai hubungan dagang AS-China yang optimis. Otomatis hal ini mendorong minat pasar terhadap USD. Pemerintah Trump mengumumkan untuk melakukan penundaan atas rencana pemberlakukan tarif tambahan 10 persen pada produk impor China.

Sementara itu dari sisi data mata uang Euro, rilis mengenai ekonomi Jerman tampak mengalami tekanan 0,1 persen kuartal ke kuartal dari data PBD. Dengan alat ukur yang sama, kawasan Eropa diprediksi akan mencapai ekspansi 0,2 persen kuartal dengan hitungan periode yang sama. Data lain seperti produksi industri juga terlihat mengalami tekanan 1,6 persen di bulan Juni terhadap bulan sebelumnya. Ketenagakerjaan naik 0,2 persen kuartal ke kuartal dari bulan April sampai Juni.

Fokus Euro

Sampai saat ini terlihat mata uang Euro tidak mau berada pada level yang lebih rendah ditengah kondisi risk-off pasar. Pasalnya saat ini kekuatan repatriasi mulai bermain dan kemungkinan sikap adanya pendanaan Euro. Masalah dari Italia juga datang sebagai beban bagi mata uang Euro di pasar keuangan global

Upaya-upaya kenaikan lebih lanjut mungkin lebih berat karena adanya ekspektasi pasar mengenai pelonggaran kebijakan oleh bank sentral Eropa. Karena kondisi ekonomi Eropa yang terus mengalami kemunduran yang berkelanjutan.Potensi dilakukanya kembali program QE juga membebani sentimen pasar terhadap euro untuk saat ini.

Baca Juga:   Analisa Forex GBPUSD, EURUSD, AUDUSD, USDJPY 31/05/2019

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar