Mata Uang Euro Melemah Akibat Kekhawatiran Perdagangan AS-Uni Eropa

Perdagangan pasangan mata uang Euro terhadap USD terlihat terus mengalami penurunan saat sesi dagang kawasan Eropa berlangsung di hari Senin (16/9). Penurunan permintaan beli di sekitar Euro terjadi setelah kekhawatiran adanya konflik antara Amerika Serikat dengan Uni Eropa. Padahal kedua negara merupakan sekutu dekat dalam perdagangan.

Dilaporkan bahwa pejabat dari Uni Eropa menyampaikan kepada Politico saat penutupan hari Jumat pekan kemarin. Para pejabat menyampaikan bahwa saat ini Presiden Trump telah mendapatkan kemenangan hak untuk menentukan tarif terhadap barang-barang asal Uni Eropa. Kemenangan ini didapatkan oleh AS setelah terjadi konflik transatlantik yang sudah berlangsung cukup lama.

Mereka mengatakan bahwa saat ini Presiden Trump bisa saja mengumpulkan dana dari mana saja dengan total 5 Miliar sampai 8 Miliar Euro. Sementara itu beberapa pejabat menyampaikan jumlah maksimal yang bisa didapat dekat dengan $10 Miliar. Salah satu negara yang telah merasakan dampak atas ketegangan perdagangan dunia adalah Jerman. Bahkan Jerman bisa saja sangat menerima dampak negatif jika memang Trump memberlakukan tarif tambahan atas barang asal Uni Eropa.

Dampak Bagi Negara Uni Eropa

Selain itu negara-negara lain dari Uni Eropa juga akan menerima dampak negatif atas pemberlakuan tarif tersebut. Beberapa negara yang akan menderika kerugian seperti Irlandia, Italia dan juga Perancis. Dengan kondisi ini maka membuat mata uang Euro mengalami tekanan cukup besar saat sesi Eropa berlangsung.

Pelemahan Euro telah menyeret pasangan mata uang EURUSD menuju ke level harga 1,1071 setelah saat sesi Asia mencapai titik paling tinggi di level harga 1,1086. Ketegangan masalah geopolitik dari kawasan Timur Tengan turut membuat mata uang Euro mengalami penurunan permintaan. Pasar lebih memilih membeli Dolar AS pada pasangan EURUSD. USD menjadi pilihan penghindaran risiko terhadap aset berisiko seperti Euro.

Baca Juga:   As Memenangkan Putusan Wto Atas Produk Gandum China

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar