Mata Uang Asia Lemah Terdampak Suku Bunga Eropa dan AS Serta Ketegangan Perdagangan

Rata-rata mata uang Asia khususnya bagi negara yang masih berkembang mengalami pelemahan pada hari Selasa kemarin. Penyebab pelemahan valuta kawasan Asia terhadap USD ini adalah karena para pelaku pasar dan investor masih tetap menaruh fokus ke penurunan suku bunga yang rencananya akan dilakukan oleh bank sentral Eropa dan juga bank sentral AS. Terlebih sampai saat ini kekhawatiran perlambatan ekonomi global juga masih terjadi.

Para pelaku pasar sendiri sangat berharap bank sentral Eropa dan bank sentral AS akan menurunkan suku bunganya saat pertemuan di akhir bulan Juli ini. Sehingga pada perdagangan hari Selasa lalu masih tampak sepi aktivitas pasar karena menunggu pernyataan kebijakan tersebut.

Walaupun rilis data dari AS baru-baru ini dilaporkan dengan hasil yang cukup memuaskan pasar. Sayangnya para pejabat bank sentral kurang merespon hal tersebut karena terbebani oleh ketegangan antara AS dan China yang sangat membawa dampak buruk ke perekonomian dan tingkat inflasi yang rendah.

Ekonomi Asia Lemah

Jika memang bank sentral AS jadi menurunkan tingkat suku bunganya maka akan menjadi penurunan pertama kali sejak kurun waktu satu dekade terakhir. Pada pekan lalu juga ada kabar dari Korea Selatan dan Indonesia yang memotong suku bunganya untuk kali pertama karena ekonomi dan mata uang Asia terus mengalami pelemahan. China sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia juga mengalami perlambatan pertumbuhan dan saat ini mendekati perlambatan terendah sejak 30 tahun terakhir.

Sementara itu pada hari Senin awal pekan perdagangan kemarin fokus pasar tertuju ke perdagangan waktu dekat karena menjadi isyarat kondisi ketegangan untuk kawasan Asia dan juga yang berdampak ke mata uang Asia. Data ekspor dari Taiwan mengalami penurunan selama bulan Juni dan berturut-turut dari bulan sebelumnya. Dan perusahaan global ragu untuk menaruh investasi ke manufaktur karena konflik AS-China belum berakhir.

Baca Juga:   Rupiah Hari Ini Menguat Melawan USD, Mendapat Dukungan Pelemahan Indeks Dxy dan Risk On

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar