Lonjakan Surplus Perdagangan China Gagal Mendorong Dolar Australia Unggul Terhadap Yen Karena Terbebani Impor China Yang Turun

Saat sesi Asia berlangsung di hari Senin (14/10), China merilis data mengenai perdagangan dengan menampilkan berbagai sinyal. Kondisi ini menyebabkan mata uang proxy China yaitu Dolar Australia tidak memberikan respon apapun terhadap Yen pasca rilis data tersebut. Saat ini pasangan mata uang AUDJPY sedang diperdagangkan di sekitar level harga 73,50.

Data mengenai perdagangan China menampilkan hasil dengan lonjakan pada surplus perdagangan China. Namun beberapa data lain seperti tingkat impor China mengalami lonjakan besar 8,5 persen dalam tahunan selama bulan September. Surplus perdagangan China dilaporkan dengan hasil menuju ke $39,65 terhadap sebelumnya di $34,84 dengan prediksi analis sebelumnya yang berada di $33,3 Miliar.

Dengan kanaikan ini maka membawa tingkat surplus perdagangan China menuju ke 280 Yuan Miliar. Atas kenaikan ini maka sangat baik sekali bagi mata uang Yuan yang diperdagangkan bebas yaitu CNH. Bahkan pasangan mata uang USDCNH telah mengalami penguatan menuju ke 7,05 dari sebelumnya yang berada di 7,08 yang merupakan terendah sejak bulan September kemarin.

Namun sayangnya mata uang proxy China yaitu Dolar Australia telah gagal memanfaatkan momentum data surplus perdagangan yang naik. Hal ini disebabkan karena walaupun surplus perdagangan melonjak, namun impor mengalami penurunan yang sangat tajam. Kondisi menggambarkan bagaimana permintaan pasar domestik yang lemah.

Selain itu para pelaku pasar dan investor saat ini sedang khawatir mengenai hubungan dagang AS dengan China. Pasalnya meredanya ketegangan kedua negara tidak dilalui dengan mekanisme penyelesaian yang tepat dan berpotensi menjadi lebih rumit kembali. Walaupun pada pekan kemarin dikabarkan bahwa kedua negara telah mencapai kesepakatan parsial. Kondisi ini memberikan tekanan bagi Dolar Australia sebagai aset berisiko dan proxy China.

Baca Juga:   Rencana Kesepakatan Perdagangan AS-Inggris Pasca Terjadinya Brexit

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar