Lonjakan Kasus Pandemi Kembali Menghidupkan Risk Off Karena Kekhawatiran Ekonomi Global

Selama beberapa hari terakhir, sentimen risiko mengalami pelemahan yang sangat ekstrim. Penyebabnya adalah karena adanya lonjakan kasus pandemi virus Corona setelah pembukaan lockdown. Pelemahan sentimen terjadi karena banyak yang khawatir ekonomi global gagal untuk memulihkan diri. Jika pandemi terus memburuk, bisa saja banyak negara yang pada akhirnya kembali menutup kegiatan ekonomi mereka.

Untuk jumlah kematian sejak awal pekan ini sudah mencapai di atas angka 500 ribu jiwa. Beberapa negara juga sedang berjuang untuk menghadapi pandemi gelombang kedua yang terus naik. Bahkan ada juga negara yang belum menyelesaikan gelombang pertama. Negara bagian di AS mencatatkan kenaikan kasus yang signifikan bersama negara lain seperti Jepang, China, Brasil dan India. Hal itu yang juga memicu nada risk off cukup kuat.

Mengancam Pemulihan Ekonomi Global

Dengan semakin banyaknya negara yang kembali melaporkan kasus virus, maka bisa mengancam ekonomi global yang sedang berusaha pulih. Pemerintah Australia juga sedang mempertimbangkan untuk kembali menerapkan batas sosial karena kenaikan kasus pasca pembukaan lockdown. Hari Senin pemerintah Aussie mencatatkan kenaikan kasus paling banyak dalam sehari selama dua bulan terakhir.

Ahli kesehatan juga mengatakan bahwa kondisi demografi suatu kawasan turut berperan dalam jumlah kasus kematian akibat pandemi. Negara yang berada di kawasan Eropa menjadi kawasan dengan jumlah kematian yang cukup banyak. Penyebabnya adalah karena lebih banyak populasi usia tua yang ada di sana.

Awal pekan kemarin, kekhawatiran kenaikan kasus ini juga telah meredupkan nada optimisme pemulihan ekonomi global pasca pelonggaran lockdown. Bahkan optimisme mengenai hasil uji klinis vaksin di China yang positif juga tidak mampu mendorong pasar global untuk tetap dalam nada risiko. Bagaimanapun juga kekhawatiran tetap mendominasi sampai ada berita yang sangat signifikan.

 

Baca Juga:   Pasar Saham Asia Menghijau Setelah Gabungan Faktor Termasuk Langkah Pemerintah China

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar