Lagarde Lanjutkan Pelonggaran Moneter ECB, Euro Melemah

Euro melemah versus Dolar AS merespon kebijakan moneter ECB yang tidak diubah di bulan Desember ini. Keputusan yang merupakan debut Christine Lagarde sebagai presiden bank sentral Eropa tersebut, sudah diekspektasikan oleh pasar. Namun saat berita ini ditulis, EUR/USD tampak telah mengecilkan penurunan dan diperdagangkan di posisi 1.1127.

eurusd

Lagarde mengungkapkan visinya, setelah mengumumkan bahwa suku bunga deposit ECB masih di -0.5 persen dan pembelian aset sebesar 20 miliar euro masih akan dilanjutkan sesuai kebutuhan. Eks Ketua IMF itu terkesan menjaga komitmen suku bunga rendah yang sudah ditata oleh Mario Draghi–presiden ECB sebelumnya–meski menunjukkan sentimen yang lebih positif.

Lagarde juga menampik kekhawatiran bahwa Zona Euro dapat terperosok dalam cengkeraman suku bunga rendah, karena lesunya pertumbuhan dan loyonya kenaikan inflasi.

“Risiko-risiko penurunan itu sudah mulai tidak dibahas,” katanya. “Hal ini menggembirakan… (walaupun) data-data yang diterima masih menunjukkan inflasi yang membisu dan lemahnya dinamika pertumbuhan, meskipun ada sinyal stabilisasi di tengah perlambatan pertumbuhan.”

Forecast pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan ECB untuk Zona Euro di tahun 2019 adalah 1.2 persen. Untuk 2020, sedikit lebih rendah menjadi 1.1 persen, tetapi akan naik pesat hingga 1.4 persen di 2021 dan 2022. Proyeksi tersebut rata-rata lebih tinggi 1 persen dibandingkan dengan proyeksi ECB pada September silam.

Sedangkan inflasi Zona Euro, diperkirakan akan naik dari 1 persen tahun ini, menjadi 1.6 persen di tahun 2020. Diakui Lagarde, angka tersebut memang masih di bawah target 2 persen, tetapi sudah lebih dekat dengan target jika dibandingkan dengan level saat ini.

“Secara arah, jelas baik. Namun, apa itu tujuan kita? Tidak.” kata Lagarde terkait pencapaian inflasi tersebut.

Baca Juga:   Yen Jepang Menguasai USD/JPY Karena Pesimisme Brexit, Fokus Ke Dinamika Sentimen Risiko

Lagarde juga mendinginkan kecemasan pasar akan dampak buruk perang dagang dan Brexit terhadap ekonomi Zone Euro. Pengganti Mario Draghi tersebut mengatakan bahwa lingkup perkembangan isu tersebut mengarah ke positif.

Tinggalkan sebuah Komentar