Kurs Rupiah Menguat Pasca Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden RI

Pasca pelantikan Presiden dan Wakil Presiden kemarin, kurs Rupiah menguat di awal pekan. Terhadap Dolar AS, Rupiah diperdagangkan di 14,110, level terendah sejak tanggal 25 September. Sementara itu, menurut kurs yang tertera di Jakarta Interbank Spot Dollar (JISDOR), nilai tukar Rupiah hari ini berada di posisi Rp14,132 per dolar AS.

usdidr

Setelah Joko Widodo dan Ma’ruf Amin disahkan sebagai presiden dan wakil presiden RI hingga lima tahun ke depan, kini publik menantikan pengumuman susunan kabinet yang akan menjadi support system Jokowi.

Beberapa tokoh dari kalangan politisi, bisnis dan profesional sudah merapat ke istana hari ini. Termasuk di antaranya pebisnis-pebisnis besar seperti Nadiem Makarim yang dikenal sebagai bos GoJek, dan pengusaha Erick Tohir. Namun, menurut pengamatan Direktur Garuda Berjangka, Ibrahim, nama menteri yang langsung mendapat respon positif dari pasar adalah Sri Mulyani.

Adapun isu eksternal yang memengaruhi pergerakan Rupiah hari ini adalah gencatan AS dan Turki dalam serangan di Suriah. Namun demikian, dari segi kebijakan moneter, bank sentral Turki, bank sentral Rusia dan Bank Indonesia diprediksi kuat akan memotong suku bunganya pekan ini.

18 dari 24 orang analis mengekspektasikan bahwa BI akan memotong suku bunganya sebanyak 25 basis poin pada hari Kamis mendatang. Sedangkan sisanya mengekspektasikan bahwa BI tidak akan mengubah kebijakannya.

Sementara itu, pandangan lain datang dari Ekonom Bank Permata Josua Pardede. Josua menyoroti hubungan antara Indonesia dan China. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi China yang hanya tumbuh 6 persen di kuartal kedua tahun ini, akan berimbas pada melemahnya nila tukar Rupiah, Meski demikian, secara umum Josua memperkirakan kurs Rupiah masih terbilang cukup stabil akhir pekan ini, di kisaran 14,100 – 14,200 per dolar AS.

Baca Juga:   Aksi Tarif Balasan Membuat Perang Dagang Meningkat Kembali

Tinggalkan sebuah Komentar