Kinerja Emas Sangat Sempurna Menuju Ke Puncak Sepanjang Masa

Harga emas naik menuju ke puncak paling tinggi sepanjang masa sejak hari Senin kemarin. Kemudian di hari Selasa ini (28/7) harga emas tampaknya akan terus melanjutkan momentum kenaikan menuju ke titik yang paling tinggi terbaru. Saat sesi awal Asia, logam mulia berada di level harga 1.963 atau mewakili kenaikan 1,12% setelah hari Senin ditutup pada 1.941. Otomatis tahanan utama di 1.920 yang merupakan puncak 2011 sudah dibersihkan dan membuka peluang naik lebih tinggi lagi.

Salah satu faktor yang menyebabkan harga emas naik menuju ke angkasa adalah adanya ketegangan antara dua raksasa ekonomi global yang belum berakhir. Konflik AS dan China terus memanas di tengah krisis akibat pandemi virus Corona.

Bahkan berdasarkan berita terbaru, pasukan militer udara AS sudah mencapai Laut China Selatan. Tentunya ini berisiko terjadinya konfrontasi senjata yang bisa saja terjadi kapan saja. Sebelumnya kedua negara saling tekan untuk menutup kantor Konsulat di Houston AS dan Chengdu China. Konflik yang tidak berakhir menyebabkan para investor memindahkan aset mereka ke safe haven penghindaran risiko seperti logam mulia emas.

Fundamental Mendukung Kenaikan Emas

Selain dari sisi masalah, harga emas naik saat ini juga mendapatkan dorongan dari sisi fundamental yang mendukung kenaikan. Suku bunga acuan sangat rendah dan tingkat inflasi tidak kunjung membaik memaksa suku bunga riil dari AS menuju ke kawasan negatif. Dampaknya imbal hasil obligasi ditinggalkan oleh banyak orang dan berpindah ke aset non imbal hasil seperti logam mulia.

Kondisi ekonomi AS membuat Dolar AS melemah menuju ke titik paling rendah terbarunya. Injeksi likuiditas menyebabkan jumlah USD yang beredar semakin banyak dan menurunkan nilai tukar Dolar AS. Apalagi baru-baru ini ada rencana stimulus lanjutan dari AS yang berpotensi semakin mendorong harga emas naik.

 

Baca Juga:   Rupiah Hari Ini Menguat, USDIDR Kembali Mengunjungi Level Di Bawah 16.000

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar