Ketenaran Yen Jepang Sebagai Safe Haven Semakin Merosot

Mata uang negeri Sakura yaitu Yen Jepang selalu menjadi incaran para pelaku pasar dan investor ketika pasar keuangan sedang bergejolak. Apalagi saat ini kondisi pasar sedang mengalami guncangan yang besar akibat ketakutan virus Corona dan hancurnya pasar saham.

Pada kondisi yang wajar, mata uang Yen akan mengalami penguatan di tengah pelemahan aset berisiko global. Namun pada faktanya Yen hanya mampu mengalami kenaikan 1,6 persen sepanjang pekan akhir Februari ini. Pada hari Rabu kemarin Yen melemah sampai menuju ke level paling rendah dalam 10 bulan terakhir.

Kondisi yang terjadi saat ini akan mengancam status safe haven Yen Jepang yang sudah disandang cukup lama. Bahkan hal itu bisa semakin dikonfirmasi dengan kondisi ekonomi Jepang yang sedang terpuruk dalam perlambatan. Saat ini juga terancam mengalami resesi karena ancaman perlambatan akibat wabah virus Corona.

Terbebani Virus Corona

Sampai saat ini Jepang menjadi negara nomor empat dengan jumlah kasus infeksi terbesar di luar China. Beberapa negara lain yang juga mengalami lonjakan kasus sangat pesat adalah Italia, Korea Selatan dan Iran. Penyebaran yang semakin masif membuat pedagang menghindari investasi di aset berisiko. Mereka tampak lebih memilih emas sebagai pelarian dibandingkan Yen Jepang.

Pasalnya untuk sekarang hanya ada sedikit alasan yang memaksa para pedagang melakukan pembelian mata uang negeri Sakura dan menjual Dolar AS serta Euro. Dalam waktu cepat atau lebih lambat, mata uang Yen Jepang akan mulai kehilangan statusnya sebagai safe haven penghindaran risiko.

Ekonomi Jepang jelas akan mendapatkan tekanan dengan hadirnya wabah virus Corona. China merupakan rekan dagang utama Jepang sehingga perlambatan di China akan menyebabkan penurunan permintaan produk Jepang. Risiko paling buruk Jepang bisa jatuh ke jurang resesi karena hantaman yang terus diterimanya.

 

Baca Juga:   Dolar New Zealand Dikecewakan Data Inflasi

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar