Kesepakatan Dagang Yang Dekat, Diharapkan Mampu Mendorong Ekonomi AS Pulih

Kemarin para pelaku pasar dan investor sempat mengalami kekhawatiran setelah pertemuan AS dan China di Chili dibatalkan karena alasan eksternal. Saat ini dikabarkan dari Bloomberg bahwa pemerintah China terus melakukan studi mengenai lokasi yang ada di AS yang memiliki potensi menjadi tempat pertemuan penandatanganan kesepakatan dagang. Pasalnya perang dagang kedua negara telah melukai ekonomi AS dan China serta ekonomi global.

Kabar perdagangan terbaru tersebut dikutip dari sumber yang terus memberitakan perkembangan perdagangan AS-China. Dari sumber tersebut mengatakan bahwa pemerintah China mengharapkan kunjungan untuk tanda tangan kesepakatan dagang tahap awal tersebut sekaligus menjadi kunjungan kenegaraan Presiden Xi Jinping ke AS. Tapi tidak terlepas juga pemerintah China berkunjung ke AS tanpa niat kunjungan kenegaraan.

Sebelum dibatalkannya pertemuan di Chili, Menteri Dagang AS, Wilbur Ross menyampaikan rasa optimis bahwa kesepakatan dagang kedua negara bisa dilakukan pada bulan November ini. Presiden Trump juga telah menyampaikan bahwa rancangan kesepakatan dagang AS-China telah mengalami banyak kemajuan dan siap untuk ditandatangani kedua negara. Trump sendiri mengusulkan kesepakatan dagang akan dilakukan di AS.

Kesepakatan dagang memang telah lama diharapkan oleh para pelaku pasar dan investor. Karena perang dagang kedua negara yang berkepanjangan telah membuat ekonomi AS jatuh. Hal ini terlihat dengan beberapa rilis data ekonomi yang lemah dan juga pemangkasan suku bunga oleh Fed sebanyak tiga kali sepanjang tahun 2019 ini.

Kemarin AS baru saja merilis data mengenai PMI sektor non-manufaktur selama bulan Oktober dengan hasil naik ke 54,7 dari prediksi sebelumnya di 53,5. Hasil di atas 50 merupakan gambaran bahwa data tersebut sedang dalam jalur ekspansi. Jika berada di bawah level 50 maka sedang dalam kontraksi. Dengan semakin dekatnya kesepakatan AS-China maka diharapkan ekonomi AS akan mengalami pertumbuhan yang baik lagi.

 

Baca Juga:   Dolar AS Menguat Tipis Ketika Resesi Semakin Mengancam

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar