Kenaikan Emas Ke $1.800 Mengingatkan Kembali Prediksi Bullish Logam Mulia

Di bulan Juli ini, harga emas naik mampu menuju ke atas level harga 1.800. Ini menjadi kenaikan yang sangat besar karena emas mampu mencapai puncak tertinggi 9 tahun lalu di tahun 2011. Dengan kenaikan signifikan ini, mulailah muncul berbagai spekulasi mengenai masa depan harga emas global.

Sementara itu puncak tertinggi 9 tahun lalu dicatatkan pada 16 September 2011 dimana harga emas berada di 1.920. berdasarkan data yang didapat dari Refinitiv, pasca kenaikan itu emas kembali turun ke 1.800 dan dikunjungi kembali di bulan Juli tahun 2020 ini. Sehingga menjadikan banyak nada optimis bahwa harga emas naik menuju ke puncak yang paling tinggi sepanjang masa.

Prediksi Harga Emas Di Masa Depan

Dilansir dari CNBC Internasional, pada pertengahan bulan Juni 2020 kemarin, Goldman Sachs memberikan prediksi bahwa harga emas akan melonjak sampai ke 1.800. kenaikan itu akan terjadi tiga bulan mendatang setelah bulan Juni. Kemudian menuju ke 1.900 dalam kurun waktu 6 bulan mendatang dan menuju 2.000 dalam kurun waktu 1 tahun setelah prediksi.

Prediksi lebih ekstrim disampaikan oleh Ole Hansen seorang kepala ahli strategi komoditas dari Saxo Bank. Dia memprediksi harga emas naik menuju ke rekor yang paling tinggi pada 2021 mendatang. Hansen memprediksi harga emas akan menuju ke level harga 4.000. Dan Oliver founder Myrmikan Capita bahkan memprediksi logam mulai bisa naik sampai ke 10.000.

Dilansir dari Kitco, Oliver memberikan argumen bahwa The Fed sudah memberikan stimulus ekstra besar. Sehingga harga ekuilibrium emas juga melonjak menyeimbangkan diri. Sayangnya dia tidak memberikan prediksi mengenai jangka berapa tahun harga emas naik menuju ke 10.000 atau setara Rp4,5 juta per gramnya. Saat ini memang logam mulia sedang menjadi idaman di tengah krisis ekonomi akibat pandemi. 

 

Baca Juga:   Senada Dengan Inggris, Jerman, Pemerintah Italia Berencana Melonggarkan Penguncian Wilayah

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar