Kekhawatiran Virus Corona Mendorong Aset Safe Haven Lebih Tinggi

Bulan awal di tahun 2020 ini dunia digemparkan dengan berita wabah virus Corona yang menyerang kota Wuhan, China. Bahkan saat ini laporan mengenai virus Corona telah menjadi penggerak utama pergerakan pasar karena kekhawatiran para pedagang. Sampai sekarang jumlah warga yang terinfeksi virus Corona terus mengalami peningkatan sampai ribuan orang. Dan untuk korban yang meninggal sudah mendekati angka 100 orang.

Mendengar berita virus yang sangat mematikan ini, para pelaku pasar dan investor berbondong-bondong memindahkan investasi mereka ke aset safe haven. Beberapa mata uang mengalami kenaikan permintaan seperti Yen Jepang, Franc Swiss dan juga Dolar AS. Namun sayangnya untuk Dolar AS belum begitu diminati dibandingkan mata uang penghindaran risiko utama seperti JPY dan CHF.

Serangan Di Beberapa Negara

Kekhawatiran para pelaku pasar dan investor mungkin akan semakin melonjak dalam beberapa hari kedepan. Pasalnya beberapa negara yang terdekat dan negara yang jauh dilaporkan sudah ada kasus serangan virus Corona ini. Negara terdekat seperti Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Singapura dan negara jauh ada Amerika Serikat, Nepal, Perancis, Kanada dan Australia.

Sebagian besar kasus di beberapa negara tersebut disebabkan oleh perjalanan wisata asli dari Wuhan maupun yang berkunjung ke Wuhan. Saat ini pemerintah China sudah berusaha mengisolasi kota Wuhan yang memiliki jumlah penduduk 11 juta jiwa. Beberapa kota terdekat juga dibatasi aksesnya sehingga puluhan juta warganya terisolasi.

China yang merupakan salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia, bagaimanapun akan merasakan dampak yang signifikan atas serangan virus ini. Lebih luas lagi juga akan berdampak ke ekonomi global dan membuat aliran investasi safe haven akan terus melonjak tinggi. Sementara itu aset berisiko seperti saham juga terus berkinerja negatif akibat kekhawatiran virus.

 

Baca Juga:   Dolar Kanada Anjlok Ditekan Bull Dolar AS Pasca NFP

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar