Keinginan Negara-negara Dunia Untuk Mulai Meninggalkan Transaksi dengan Dolar AS

Anne Korin dari Analis Global Security mengatakan bahwa dalam beberapa dekade terakhir, Dolar AS telah menjadi mata uang cadangan di dunia. Namun status tersebut saat ini sedang dalam ancaman karena negara di dunia yang kuat berusaha untuk menghancurkan status yang melekat pada USD tersebut.

Ada beberapa negara yang disebut sebagai penggerak utama seperti China, Rusia dan juga Uni Eropa yang sangat berkeinginan menghapus dominasi USD di dunia. Korin menambahkan sampai saat ini belum jelas apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun yang jelas kondisi yang terjadi sekarang tidak akan berkepanjangan.

Ada beberapa kelompok negara dengan ekonomi berkembang dan negara dengan ekonomi yang kuat. Tapi yang pasti Dolar AS dilihat sebagai salah satu bagian investasi yang paling aman di dunia untuk saat ini. Bahkan selalu mengalami kenaikan ketika terjadi goncangan ekonomi dan politik global. Namun ada faktor penghalang minat negara terhadap greenback yaitu mereka harus ikut yurisdiksi AS jika transaksi dengan USD, bahkan walau tidak ada kaitannya dengan AS.

Salah satu contohnya penarikan AS dari kesepakatan nuklir yang pada akhirnya mengancam perusahaan Eropa untuk mendapat hukuman dari AS karena berbisnis dengan Iran. Secara logika Eropa ingin bisnis dengan Iran, sehingga tidak ingin tunduk dengan yurisdiksi AS. Korin menyimpulkan hal itu yang menyebabkan banyak negara yang sangat ingin menghapuskan dominasi Dolar AS dan menghentikan penggunaan greenback.

Namun tujuan yang diinginkan negara-negara untuk menghentikan dominasi mata uang mungkin juga akan mendatangkan dominasi lain. Salah satunya jika Dolar AS ditinggalkan, maka Yuan China akan maju bergerak seperti greenback. Korin berkata bahwa minyak denominasi Yuan bisa menjadi pertanda awal ketika dominasi dari USD sudah mulai memudar.

Baca Juga:   Prospek Suram The Fed Karena Pandemi Virus Corona

 

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar