Keinginan Brexit Dari Inggris Akan Membuat Pembicaraan Kesepakatan Lebih Rumit Lagi

Dinamika kondisi dalam negeri Inggris terus mengalami guncangan beberapa waktu terakhir. Guncangan yang terbaru adalah adanya seruan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Inggris pada pertemuan mendatang. Hal itu didasarkan pada pernyataan Gubernur Carney dan kondisi data ekonomi Inggris yang terus memburuk. Selain itu ketidakpastian kesepakatan Brexit juga terus memberikan dampak negatif bagi ekonomi.

Kemarin saat akhir pekan, Menteri Keuangan Inggris Sajid Javid mengatakan bahwa Inggris tidak menyamakan peraturan dengan pihak Uni Eropa pada perdagangan pasca Brexit. Dikatakan Javid bahwa Inggris akan berusaha untuk bisa menentukan kebebasan sepenuhnya dalam membuat kesepakatan perdagangan dengan negara lainnya.

Risiko Brexit Tanpa Kesepakatan

Javid juga menjelaskan kembali bahwa perusahaan-perusahaan harus bisa menyiapkan diri dan menyesuaikan dengan segala perubahan yang akan terjadi dalam waktu dekat setelah kesepakatan Brexit. Sayangnya pernyatan Javid dinilai oleh para pedagang sebagai arah dalam pembicaraan kesepakatan dengan Uni Eropa nantinya. Hal ini membuat para pedagang mulai meninggalkan Poundsterling karena mungkin bisa mengirim ke hard Brexit.

Memang Uni Eropa sangat terlihat berniat agar Inggris tetap menyamakan aturan perdagangan dengan mereka. Hal itu bahkan menjadi syarat pokok terjadinya impor tanpa tarif dan perdagangan tanpa kuota dari kedua belah pihak. Bagaimanapun cita-cita Inggris untuk tidak menyamakan aturan akan membuat kesepakatan Brexit lebih rumit lagi.

Adam Cole yang berasal dari RBC Capital Markets menyampaikan bahwa komentar tersebut memberikan pertanda bahwa akses pasar ke Eropa akan terbatas. Sehingga akan menyimpang dari tujuan awal pada deklarasi politik mengenai hubungan Uni Eropa dengan Inggris di masa depan nantinya.

Salah satu masalah yang mengnacam para pelaku pasar dan investor pada kesepakatan Brexit adalah jumlah perdagangan kedua pihak yang saat ini sedang sangat tinggi. Jika kedua pihak memberlakukan tarif dan kuota, maka volume perdagangan akan merosot total.

Baca Juga:   Mata Uang Menguji Level Tertinggi Multi-Minggu, Saham Asia Anjlok

 

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar