Istilah Dasar Pada Forex Trading

Apakah Anda seorang pemula dalam Forex Trading dan bingung menghadapi berbagai istilah asing saat mempelajarinya? Artikel mengenai istilah dasar pada Forex Trading ini akan membantu Anda memahami makna dan penerapannya. Daftar istilah sudah disusun urut mulai dari konsep paling dasar yang wajib diketahui semua trader.

Pips

Pips adalah satuan perubahan harga terkecil dalam Forex Trading yang umumnya dihitung berdasarkan empat angka di belakang koma. Misalnya kalau pasangan mata uang EUR/USD turun dari 1.0830 menjadi 1.0825, berarti ada penurunan sebanyak 5 pips. Khusus untuk pasangan-pasangan mata uang cross Yen seperti USD/JPY, EUR/JPY, GBP/JPY, dan lain-lain; pips dihitung berdasarkan dua angka di belakang koma. Dalam platform (software) yang digunakan untuk Forex Trading, biasanya sudah dilengkapi dengan kapabilitas untuk mengonversi nilai pips setiap keuntungan atau kerugian menjadi Dolar AS atau mata uang dasar lain dalam akun trader, sesuai dengan kurs terkini.

Spread

Spread adalah perbedaan atau selisih antara harga beli (Buy) dan harga jual (Sell) suatu pasangan mata uang. Umpama harga beli suatu pasangan mata uang adalah 1.3564, sedangkan harga Ask-nya 1.3562, berarti Spread-nya adalah (1.3564-1.3562) = 0.0002, atau sebesar 2 pips. Spread merupakan salah satu sumber pendapatan bagi broker, sekaligus biaya trading yang harus ditanggung oleh trader. Oleh karenanya, trader forex akan mencari broker yang menawarkan Spread serendah mungkin.

Istilah Dasar Pada Forex Trading

Dalam Forex Trading, dikenal dua jenis Spread, yaitu Floating Spread dan Fixed Spread. Floating Spread akan terus berubah-ubah dari waktu ke waktu, sedangkan Fixed Spread akan selalu tetap. Ada pula broker yang menawarkan spread sebesar nol (0), sehingga harga beli dan harga jual suatu pasangan mata uang akan sama. Namun, broker yang menyediakan spread nol seperti ini biasanya akan memindahkan beban biaya ke komponen lain yang tetap harus dibayar trader, misalnya komisi per lot.

Baca Juga:   3 Cara Singkat Memahami Analisis Fundamental Forex (part I)

Lot

Lot adalah ukuran (volume) perdagangan terkecil yang dapat diperdagangkan oleh seorang trader. Dalam Forex Trading, ada empat jenis lot:

  • Lot Standar (1): 100,000 USD
  • Lot Mini (0.1): 10,000 USD
  • Lot Mikro (0.01): 1,000 USD
  • Lot Nano (0.001): 100 USD

Contoh penerapannya: Apabila seorang trader menggunakan akun trading dengan lot mikro, artinya setiap transaksi minimal memuat nilai 1,000 USD. Namun, Anda tak perlu khawatir kekurangan dana, karena dalam Forex Trading juga tersedia fasilitas leverage.

Leverage

Secara harfiah, leverage seringkali diartikan sebagai “daya ungkit”. Namun, pada dasarnya leverage merupakan fasilitas pinjaman tanpa jaminan dan bebas bunga yang diberikan oleh broker forex pada trader untuk memperbesar daya beli modal dalam proporsi tertentu. Leverage biasanya dinyatakan dalam perbandingan tertentu, seperti 1:20, 1:50, 1:100, 1:1000, dan seterusnya. Misalnya Anda memiliki modal sebesar 200 Dolar AS dan menggunakan akun trading dengan fasilitas leverage 1:1000, berarti Anda akan bisa trading seolah-olah memiliki dana sebesar 200,000 Dolar AS.

Semakin besar leverage, berarti makin rendah pula jumlah uang yang perlu Anda sediakan sebagai modal trading awal. Namun, leverage yang terlalu besar akan membuat Anda butuh waktu lebih lama pula untuk mengumpulkan keuntungan, karena profit dan loss akan membesar atau mengecil secara proporsional dengan besar leverage yang digunakan.

Margin

Margin adalah uang dalam jumlah tertentu yang harus disediakan oleh trader sebagai jaminan agar bisa melakukan Forex Trading dan menggunakan fasilitas leverage yang disediakan oleh broker. Margin dinyatakan dalam persentase yang berkebalikan dari leverage. Umpamanya:

  • Leverage 1:1, berarti margin 100% karena dana yang dapat ditransaksikan oleh trader akan sama besarnya dengan modal yang telah disiapkan.
  • Leverage 1:100, berarti margin 1% karena trader harus menyediakan modal minimal sebesar 1% dari nilai dana yang bisa ditransaksikan.
  • Leverage 1:200, berarti margin 0.5% karena trader harus menyediakan modal minimal sebesar 0.5% dari nilai dana yang bisa ditransaksikan.
Baca Juga:   Broker Forex ECN atau STP, Mana yang Terbaik untuk Trader?

Dalam hal ini, jika trader gagal menyediakan jumlah dana minimal (Required Margin/Margin Requirement), maka akun trading akan mengalami Margin Call. Saat Margin Call, semua posisi trading terbuka dalam akun akan ditutup otomatis oleh sistem, tak peduli apakah posisi trading tersebut sedang untung (floating positif) ataupun rugi (floating negatif).

Order

Order adalah instruksi yang menjelaskan bagaimana cara kita akan “memesan” Buy atau Sell pada software trading. Dalam Forex Trading, dikenal beberapa jenis order, antara lain:

  • Market Order (Instant Execution): order Buy/Sell paling sederhana yang artinya memesan pada harga yang berlaku di pasar saat ini.
  • Pending Order: order Buy/Sell pada level harga yang berbeda dengan posisi harga saat ini, bisa lebih tinggi atau lebih rendah.
  • Stop Order: order untuk menutup posisi trading yang sedang terbuka.
  • One-Cancels-the-Other (OCO) Order: Instruksi untuk menempatkan dua order dengan harga berbeda di atas dan di bawah harga saat ini. Saat salah satunya dieksekusi, maka yang lainnya batal secara otomatis.

Selain itu, masih banyak lagi jenis order lainnya, tetapi belum tentu disediakan lengkap oleh setiap broker. Umumnya, platform trading standar hanya memfasilitas Market Order, Pending Order, dan Stop Order.

cara order forex trading

Slippage

Slippage adalah kejadian saat harga yang dieksekusi oleh platform trading tidak sama dengan harga yang diinginkan trader. Contohnya: Anda memasang Pending Order pada harga 1.2500, tetapi terjadi lonjakan harga mendadak, sehingga order malah tereksekusi pada harga 1.2520. Biasanya, tidak muncul peringatan apapun saat akan terjadi slippage, dan Anda baru akan mengetahuinya setelah memeriksa histori order.

Slippage merupakan suatu fenomena yang wajar terjadi dalam Forex Trading, khususnya di sekitar waktu rilis berita berdampak besar, ketika pergerakan harga amat cepat serta terdapat selisih volume order beli dan jual yang terlalu tinggi, atau setelah platform mengalami freeze. Namun, bilamana seringkali terjadi slippage saat kondisi pasar wajar, maka trader patut mempertanyakan kredibilitas eksekusi broker.

Baca Juga:   Daftar Penyebab Utama Kegagalan Trader Forex

Expert Advisor

Expert Advisor acapkali juga disebut sebagai Robot Trading, yaitu software atau script yang jika dipasang pada platform trading maka akan memungkinkan dilakukannya aksi maupun transaksi secara otomatis berdasarkan parameter tertentu (Autotrading), meskipun trader tidak memantau platform trading secara langsung. Expert Advisor dapat diatur agar hanya mengirimkan alert (notifikasi) via email, sms, atau pop-up; maupun melakukan Buy dan Sell sesuai dengan aturan-aturan yang dijelaskan dalam script-nya. Trader dapat membeli Expert Advisor yang sudah jadi di pasaran, ataupun membuatnya sendiri.

Robot Trading

Expert Advisor dibuat menggunakan bahasa pemrograman berbeda-beda sesuai dengan platform trading yang digunakan oleh trader. Untuk platform Metatrader 4 (MT4), digunakan bahasa MQL4. Untuk platform Metatrader 5 (MT5), digunakan bahasa MQL5. Untuk platform cTrader, digunakan bahasa C#. Dan lain sebagainya. Ada program-program komputer tertentu yang dibuat untuk memungkinkan trader membuat Expert Advisor tanpa perlu bahasa pemrograman. Namun, pada umumnya program seperti itu menghasilkan Expert Advisor yang kaku dan kurang fleksibel dibandingkan jika dibuat langsung menggunakan bahasa pemrograman terkait.

Beri rating artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...

Tinggalkan sebuah Komentar