Inflasi Konsumen AS Melonjak, Bagaimana Langkah Fed Selanjutnya?

Kemarin Amerika Serikat rilis data ekonomi mengenai inflasi konsumen dengan hasil niak menuju ke puncak dalam 18 bulan terakhir. Data ekonomi AS yang disampaikan oleh Kantor Ketenagakerjaan itu sempat membuat Dolar AS menguat cukup baik. Para pedagang masih cukup optimis meskipun inflasi konsumen dalam bulanan mengalami penurunan.

Lebih lengkap lagi, data AS mengenai inflasi konsumen dalam bulanan mengalami penurunan menuju 0,1 persen pada bulan Januari 2020. Data itu lebih rendah dari yang diharapkan pedagang sebelumnya dengan 0,0 persen pergerakan. Data itu juga lebih rendah dari data sebelumnya di 0,2 persen. Dalam tahunan, inflasi konsumen mengalami kenaikan menuju ke puncak Oktober 2018 di level 2,5 persen dari sebelumnya di 2,3 persen.

Sementara itu data inflasi konsumen inti tanpa harga bahan bakar dan makanan, hasil laporan datanya masih berada di bawah level 0,2 persen sesuai dengan prediksi sebelumnya. Data ini merupakan data harga konsumen yang tidak memasukkan harga bahan bakar dan makanan pada penghitungannya. Karena inflasi konsumen melonjak disebabkan oleh kenaikan bahan bakar yang sampai 12,8 persen.

Langkah Fed Selanjutnya

Ketua bank sentral AS, Powell turut memberikan respon atas data ekonomi AS yang mulai bergerak ini. Data inflasi yang lebih cepat akan mendorong Fed untuk bertindak menyesuaikan kebijakan moneter dan berhenti mempertahankan sikap melihat dan menunggu. Namun sayangnya beberapa ahlis analisa berpendapat hasil inflasi konsumen yang tinggi belum mampu membuat bank sentral AS bergerak dari sikapnya.

Karena ada data ekonomi utama AS yang harus diperhatikan sebelum menentukan langkah kebijakan moneter. Data itu adalah PCE Indeks yang sampai saat ini masih berada di bawah level 2 persen yang merupakan target dari Fed. 

 

Baca Juga:   GBPUSD Melonjak Menghapus Penurunan Setelah Rilis Kebijakan Moneter BoE

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar