Inflasi AS Naik, Momentum USD Untuk Naik Terdukung Optimisme Perang Dagang

Data mengenai CPI atau indeks harga konsumen AS selama bulan Juli dilaporkan dengan hasil yang optimis. Data tersebut disampaikan dengan hasil untuk bulanan berada di 0,3 persen sesuai harapan dan lebih tinggi dari sebelumnya di 0,1 persen. Dari pernyataan Departemen Ketenagakerjaan AS mengatakan bahwa tingkat inflasi skala tahunan AS saat ini sudah mulai melonjak menuju ke 1,8 persen dari sebelumnya yang berada di 1,6 persen. Bahkan data inflasi AS ini melebihi prediksi awal yang hanya berada di 1,7 persen.

Para pelaku pasar dan investor memandang bahwa data mengenai indeks harga konsumen AS tidak akan memberikan dampak atas spekulasi pemangkasan suku bunga oleh Fed. Pasalnya sampai saat ini perekonomian AS masih dibebani oleh konflik perang dagang dengan China yang belum menandakan kemajuan berarti.

Atas kenaikan inflasi AS sektor harga konsumen ini, Dolar AS juga tampak tidak begitu merespon pasca disampaikan. Namun lonjakan baru terjadi ketika Presiden Trump memberikan pernyataan bahwa akan melakukan penundaan pemberlakuan tarif tambahan pada produk impor asal China. Bahkan lonjakan bukan hanya terjadi di sekitar DXY saja, saham Dow juga turut menerima dorongan positif atas kabar ini.

Kemarin Presiden Trump baru saja memutuskan untuk melakukan penundaan dalam pemberlakukan tarif 10 persen atas barang impor asal China. Sebelumnya tarif 10 persen akan berlaku mulai dari 1 September, namun dengan adanya penundaan maka akan mundur sampai dengan 15 Desember mendatang.

Kabar ini sangat membuat perdagangan aset berisiko kembali diminati pasar dan sempat membuat USD melonjak. Dengan data inflasi AS yang optimis dan pembaruan hubungan dagang yang baik maka akan menjadi momen yang bagus bagi Dolar AS untuk lebih tinggi lagi.

Baca Juga:   Bullard, Fed St Louis: Kesepakatan Akan Sulit Bagi AS dan China, Bahkan Semua Negara

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar