Indeks Dolar AS Bergerak Kembali Di 98,30 Menunggu Katalis Data

Grafik indeks Dolar AS atau DXY terlihat mengalami penurunan menuju ke level 98,30 setelah sebelumnya sempat mengalami lonjakan tinggi melebihi level 99,00 pada hari Kamis kemarin (12/9). Pengukur kekuatan greenback terhadap beberapa mata uang utama ini terus bergerak di kawasan negatif dalam perdagangan dua hari berturut-turut. Lonjakan yang sempat terjadi disebabkan oleh keputusan suku bunga bank sentral Eropa yang bernada dovish.

Sementara itu indeks Dolar AS memfokuskan diri ke kabar yang optimis dari hubungan dagang antara AS dengan China. Selain itu rilis data mengenai indeks harga konsumen AS turut memberikan dorongan kenaikan yang baik pada DXY. Data inflasi yang diwakili tingkat harga konsumen tersebut disampaikan dengan hasil yang cukup mengejutkan pasar. Data tersebut disampaikan dengan kenaikan selama bulan Agustus.

Bank sentral Eropa dikabarkan telah melakukan pelonggaran kebijakan moneter dengan memangkas tingkat suku bunga dan juga pemberlakukan kebijakan pelonggaran kuantitatif atau QE. Kabar ini telah membuat pasangan mata uang EURUSD merosot menuju ke level paling rendah selama tahun 2019 ini dan kemudian melonjak kembali.

Penurunan Imbal Hasil AS

Sayangnya imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun mengalami penurunan menuju ke level 1,66 persen. Penurunan ini disebabkan oleh komentar yang disampaikan oleh Steve Mnuchin, Menteri Keuangan AS. Dia mengatakan bahwa ada tanda kemungkinan AS akan merilis obligasi bertenor 50 tahun dalam waktu dekat.

Komentar dari Mnuchin ini disampaikan ketika Presiden Trump mengatakan bahwa pemerintah AS harus mengeluarkan biaya untuk bunga hutang yang sampai sekarang telah berada di $22,5 Triliun. Para pelaku pasar selanjutnya akan fokus ke data mengenai penjualan eceran yang akan dirilis saat sesi dagang Amerika Utara dibuka hari Jumat. Kemudian disusul oleh tingkat pendahuluan tingkat U-Mich dan Persediaan Bisnis bulan Juli.

Baca Juga:   Kepercayaan Konsumen Aussie Turun Membawa Dolar Australia Merosot Terhadap USD

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar