IMF: Pemulihan Ekonomi Global Akan Terganggu Karena Beberapa RIsiko

Nada kekhawatiran dampak virus Corona terhadap perekonomian terus menguat. Kemarin Dana Moneter Internasional atau IMF menyampaikan bahwa epidemi virus Corona sudah mengganggu laju pertumbuhan terutama bagi China. Efeknya bisa semakin meluas dan akan menyebar ke beberapa negara. Dampak yang lebih buruk pemulihan ekonomi global akan terganggu pada tahun 2020 ini.

Dikutip dari Reuters berdasarkan catatan khusus, IMF telah menggolongkan beberapa risiko global salah satunya seperti virus Corona. selain itu risiko global lainnya adalah hubungan dagang antara AS dan China yang berisiko panas kembali. Beberapa kasus bencana alam karena perubahan iklim juga akan mempengaruhi ekonomi global kedepannya.

Negara yang tergabung dalam G20 diwakili oleh Menteri Keuangan dan bank sentralnya, akan melakukan pertemuan di Arab Saudi pada akhir pekan ini. Sementara itu IMF menegaskan akan tetap mempertahankan prediksi pertumbuhan ekonomi global yaitu di 3,3 persen bangkit dari tahun 2019 di 2,9 persen.

Walaupun tampak bernada optimis, IMF tetap menekankan pemulihan akan sangat rendah dan berisiko untuk turun kembali. Dua risiko yang terus membebani pertumbuhan adalah wabah virus Corona dan juga ketegangan AS dan China di bidang perdagangan.

Beijing Tetap Optimis

Kabar dari China berdasarkan TV pemerintah menyebutkan Presiden Xi masih optimis pertumbuhan ekonomi China masih bisa mencapai target. Meskipun saat ini sedang dihantam virus Corona yang mematikan. Namun walaupun tetap optimis, IMF menyatakan keraguan atas pernyataan Presiden Xi. Karena bagaimanapun juga virus itu sudah mengganggu aktivitas perekonomian karena produksi macet dan kegiatan perdagangan terhenti.

IMF juga mengatakan masalah ketegangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah juga akan menghambat pertumbuhan ekonomi global. Namun itu diprediksi hanya mengganggu dalam jangka pendek saja. Bencana alam yang tidak terduga, kerusuhan sosial dan politik juga akan menjadi risiko.

Baca Juga:   ECB Tidak Perlu Khawatir Tentang Suku Bunga Yang Sangat Rendah, Nomura's Koo Mengatakan

 

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar