Hasil Pemilihan Umum Inggris Menjadi Penentu Masa Depan Brexit

Kemarin permintaan beli mata uang Poundsterling Inggris mengalami penurunan yang cukup tajam. Penyebab utamanya adalah rilis hasil jajak pendapat YouGov dengan model MRP yang diklaim menjadi prediksi yang paling akurat. Dalam jajak pendapat tersebut menampilkan bahwa selisih kemenangan partai Konservatif hanya berjarak beberapa poin saja menjelang pemilihan umum Inggris.

Ada berbagai masalah yang sedang dihadapi oleh partai Konservatif terutama masalah PM Boris yang terus mendapatkan serangan verbal. Salah satunya adalah penolakan dirinya untuk melihat hasil foto seorang anak yang sakit dan harus antri panjang di rumah sakit. Foto tersebut disinyalir merupakan dampak negatif dari pemangkasan anggaran pada Sistem Kesehatan Nasional oleh Konservatif.

Dengan adanya penolakan dari PM Boris atas foto yang diajukan wartawan tersebut, melahirkan anggapan bahwa dirinya tidak peduli dengan kesehatan nasional. Padahal Sistem Kesehatan Nasional merupakan bagian yang sangat penting bagi warga Inggris. Dengan adanya salah langkah oleh PM Boris itu, diduga sebagai penyebab utama anjloknya prediksi kemenangan Konservatif saat pemilihan umum Inggris nanti.

Tetap Diunggulkan

Sementara itu berdasarkan hasil jajak pendapat sebelumnya, partai Konservatif diprediksi unggul dalam pemilihan umum Inggris dengan selisih 68 poin. Namun jajak pendapat terbaru hanya selisih 28 poin saja. Pasca rilis jajak pendapat itu, para pembeli mata uang Poundsterling Inggris langsung melepas posisi beli mereka karena kekhawatiran. Tapi secara luas, Konservatif masih diharapkan akan menang dalam pemilihan tersebut.

Tingkat peluang kemenangan oleh partai Konservatif dengan hasil mayoritas berada pada level 70 persen didasarkan pantuan pasar judi Betfair. Peluang itu turun dari peluang yang dicapai pada hari Senin pada level 80 persen. Hasil pemilihan umum Inggris ini akan terus diawasi para pelaku pasar, karena akan menentukan masa depan Brexit.

Baca Juga:   Indeks Dolar AS Stagnan Setelah Penurunan Karena Optimisme Global, Fokus Ke Data AS

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar