Harga Minyak Mentah Kembali Naik Setelah Katalis Optimis Bergabung Menjadi Satu

Posisi pergerakan harga minyak mentah di berjangka WTI mampu kembali melonjak cukup tinggi dalam tiga hari terakhir tanpa jeda. Pada akhirnya tolak ukur energi mampu menembus level harga 43,00 untuk bisa naik lebih tinggi lagi. Salah satu faktor pendorong harga energi adalah adanya permintaan energi yang sangat tinggi dari kawasan Eropa.

Sementara itu pada pergerakan hari Rabu kemarin saat sesi Asia, memang emas hitam ini telah menemukan pijakan support yang kuat di 41,50. Pijakan itu mendapatkan dukungan setelah sentimen risiko pasar global membaik. Kondisi itu terjadi setelah adanya lonjakan ekspektasi pada stimulus ekonomi lanjutan dari AS. Kenaikan harga minyak mentah juga senada dengan kenaikan pada saham AS dan juga saham Eropa.

Katalis Pendorong Harga Minyak

Sebelumnya pembicaraan dana stimulus lanjutan dari AS memang menemui beberapa hambatan. Demokrat ini dana yang besar dan Republik mungkin akan menyetujui dana yang lebih kecil. Tapi pada akhirnya RUU stimulus itu harus bisa disahkan paling tidak 7 Agustus sebelum liburan akhir pekan. Sehingga hari Kamis ini (6/8) semakin dekat dengan 7 Agustus dan meningkatkan harapan disahkannya bantuan ekonomi tersebut.

Dukungan lain yang membawa harga minyak mentah lebih tinggi juga datang dari laporan pasokan minyak mentah swasta AS. Data yang disampaikan oleh Api mengalami penurunan sampai 8,6 juta barel dalam sepekan. Sehingga menghidupkan nada pembelian energi karena tidak ada kekhawatiran kelebihan pasokan.

Pasca rilis data API tersebut, harga minyak mentah langsung melesat sampai 4,5% menuju ke 43,37. Tapi pada akhirnya beberapa jam setelah itu minyak mentah kembali turun menuju ke 43,17. Pergerakan minyak mentah selanjutnya akan fokus ke berbagai macam katalis penggerak seperti kemajuan rencana stimulus AS, virus Corona dan juga konflik AS-China.

 

Baca Juga:   Tekanan Brexit Mengirim Poundsterling Inggris Ke Terendah 2016

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar