Harga Emas Turun Karena Dolar AS Mempertahankan Pemulihan

Selama tiga hari terakhir, secara luas pergerakan harga emas turun. Meskipun beberapa saat sempat mengalami kenaikan tapi sangat tipis. Salah satu faktor yang menyebabkan emas terus bergerak adalah dinamika Dolar AS yang kembali menampilkan dominasinya.

Untuk hari Rabu ini (9/9), logam mulia diperdagangkan di sekitar level harga 1.924 atau mengalami penurunan 0,31%. Sejak Senin awal pekan ini. Volatilitas harga emas sudah tidak seperti yang terjadi sebelumnya. Sementara itu untuk perdagangan tadi malam, emas sempat diperdagangkan pada posisi 1.930 karena pasar saham AS dan juga energi mengalami penurunan. DJIA anjlok sampai 2,25% diikuti Nasdaq yang kehilangan 4,11% dan S&P 500 -2,78%.

Sebagai sebuah aset safe haven penghindaran risiko, memang seharusnya pergerakan emas bisa positif. Karena mengingat beberapa aset berisiko lain sedang mengalami penurunan. Sayangnya penahan utama emas adalah Dolar AS yang terus bertahan di atas pemulihannya. Untuk hari Rabu ini saat sesi Asia indeks Dolar AS bertahan di 93,544 atau mewakili kenaikan 0,11%. Kondisi ini memaksa harga emas turun lagi.

Investor Menunggu ECB

Salah satu penyebab penguatan Dolar AS diprediksi karena sikap para investor yang menunggu kebijakan terbaru dari ECB. Pasalnya banyak yang khawatir bahwa ECB akan melakukan intervensi terhadap Euro karena mengalami penguatan tanpa kendali melawan Dolar AS. Selain itu risiko pernyataan kebijakan ECB yang dovish juga menyebabkan kekhawatiran investor.

Ancaman selanjutnya harga emas turun lebih dalam lagi jika Dolar AS terus mendominasi pergerakan. Meski sebenarnya emas masih memiliki fundamental yang sangat kokoh sekali. Mungkin salah satu sebab penurunan dalam ke bawah 2.000 adalah kenaikan tanpa kendali ke atas 2.000 beberapa bulan kemarin. Sehingga saat ini pembeli mengambil untung dna menarik nafas sebelum naik lebih tinggi.

 

Baca Juga:   Analisa Emas, Minyak dan Perak Harian 6 April 2020

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar