Harga Emas Tetap Merosot Meskipun Nada Risiko Berat Karena Beberapa Masalah Global

Permintaan logam mulia emas terus mengalami penurunan selama beberapa waktu terakhir. Namun menjelang pembukaan sesi kawasan Eropa di hari Rabu (22/1). Emas mampu menguat tipis dan memantul dari level paling rendah harian di 1.550 menuju ke 1.551. Harga emas melemah mengesampingkan beberapa nada risiko yang sedang lemah saat ini. Masalah geopolitik China dan hubungan dagang AS dan China yang naik kembali, membuat selera risiko mereda.

Rangkaian Masalah Global

Dari China, wabah virus Corona yang sudah menewaskan beberapa warga China membuat sentimen risiko cukup lemah. Pada hari Selasa kemarin, Komisi Kesehatan Nasional China telah mengkonfirmasi bahwa 9 warganya tewas akibat serangan virus tersebut. Saat ini dikhawatirkan bahwa virus SARS akan kembali setelah pada tahun 2003 lalu telah menewaskan sebanyak 774 warga.

Dari masalah perdagangan, wakil PM China yaitu Han Zheng menyampaikan komentar tandingan atas pernyataan dari Trump mengenai dengan kesepakatan kedua negara maka akan ada kenaikan pesanan sampai $100 Miliar. Para pedagang cukup terbebani dengan hubungan AS dan China saat ini. Namun sayangnya harga emas melemah tidak mampu mengambil keuntungan dari masalah ini.

Nada risiko juga cukup terbebani dengan berlangsungnya sidang impeachment terhadap Presiden Trump oleh Senat AS. Saat ini diberitakan bahwa Republik telah menggagalkan usaha Demokrat untuk mendatangkan dokumen departemen negara.

Masalah di kawasan Timur Tengah sampai saat ini juga belum ada sinyal akan berakhir. Terakhir diberitakan bahwa pemimpin global mendesak agar rute pengiriman minyak mentah Libya kembali dilanjutkan. Namun Khalifa Haftar tidak memberikan respon dan tetap pada pendiriannya.

Sayangnya beberapa masalah itu tidak mampu membuat permintaan emas melonjak. Harga emas melemah di tengah kenaikan imbal hasil obligasi AS dalam 10 tahun ke 1,79 persen. Selanjutnya para pedagang akan fokus ke pembaruan virus di China dan beberapa data ekonomi.

Baca Juga:   Perang Dagang yang Berlarut-larut Justru Membuat Saham AS Melonjak

 

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar