Harga Emas Naik Lagi Setelah Lonjakan Virus Corona AS dan Balasan China Menyebabkan Risk Off

Harga emas terus mencoba mencetak level harga yang lebih tinggi lagi saat sesi awal Eropa di hari Jumat ini (27/7). Dengan beberapa upaya itu, harga emas naik menuju ke puncak terbaru harian di sekitar level harga 1.895. Sayangnya pasar global sangat kurang katalis penggerak dan membuat harga emas tidak memiliki daya dorong untuk naik lebih tinggi.

Padahal pada perdagangan tadi malam, emas mengalami pembalikan dari puncak 1.900 yang juga merupakan puncak dalam pergerakan tahunan. Namun hari ini, harga emas berusaha kembali merebut level puncak sebelumnya.

Beberapa Dukungan Untuk Emas

Faktor utama kenaikan baru-baru ini ada disebabkan oleh kekhawatiran investor terhadap hubungan AS dan China. Pasalnya China memutuskan mengambil langkah balasan atas apa yang diputuskan AS hari Rabu kemarin. China meminta AS agar menutup konsulat AS yang ada di Chengdu. Tentunya hubungan yang terus memanas antara kedua pihak membuat masa depan ekonomi global sangat tidak menentu.

Harga emas naik saat ini juga mendapatkan dorongan dari tolak ukur risiko yang masih defensif di terendah. Yield Treasury AS tenor 10 tahun masih di 0,58% yang menggambarkan selera risiko belum mampu pulih. Kondisi diperburuk dengan laporan kasus virus Corona AS yang terus naik menuju ke 4 juta kasus. Banyak yang berspekulasi bahwa pemulihan ekonomi AS bisa terganjal oleh serangan kedua pandemi ini.

Harga emas naik selama sepekan ini dan belum memberikan beberapa tanda bahwa momentum bullish itu akan terhenti. Apalagi ada dukungan tambahan dari sikap para investor untuk membeli emas saat harga turun karena tidak mau ketinggalan bullish. Jika logam mulia menembus 1.900, maka level yang lebih tinggi bisa dengan mudah dicatatkan beberapa waktu kedepan.

 

Baca Juga:   USDJPY Bergerak Dalam Ruang Sempit Menunggu Katalis Yang Jelas Di Tengah Tipisnya Volume Perdagangan

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar