Harga Emas Naik Kembali Setelah Dijatuhkan Penundaan Tarif Trump

Sempat merosot gara-gara penundaan tarif Trump kemarin, harga emas berhasil kembali bangkit. Di sesi perdagangan Rabu malam ini, para investor kembali membeli emas akibat inversi yield curve US Treasury yang menandakan risiko resesi ekonomi.

Harga emas spot, yang merefleksikan penjualan bulion, naik 1.2 persen ke $1,519.86 per ounce pada pukul 18:43 GMT, setelah yield obligasi 10-tahunan AS berada di bawah yield obligasi 2-tahunan. Sedangkan harga emas futures di Comex New York untuk pengiriman Desember, diperdagangkan di $1527.80, naik 0.9 persen dari posisi sebelumnya.

Inversi yield curve obligasi kali ini adalah inversi pertama yang terbentuk sejak tahun 2007. Sehingga, para investor yang khawatir, merasa perlu melakukan antisipasi terhadap kemungkinan perlambatan ekonomi. Caranya adalah dengan membeli aset aman seperti emas atau Yen Jepang.

Berhasil Koreksi Setelah Sempat Tumbang 2%  Kemarin

Sehari sebelumnya, harga emas sempat merosot tajam setelah US Trade Representatives mengumumkan penundaan kenaikan tarif impor 10 persen hingga 15 Desember, atas barang-barang impor China dalam kategori laptop, ponsel, game console, dan produk-produk China lainnya.

Harga emas merosot setelah penundaan tersebut, karena selama ini, bullish emas sangat tergantung pada konflik AS-China. Semakin jauh kedua negara tersebut dari kesepakatan, semakin mahal harga emas karena investor akan memborongnya sebagai aset safe haven.

Namun, kemerosotan harga emas ke bawah level psikologis tersebut tak berlangsung lama, karena konflik geopolitik lainnya seperti ricuh di Hongkong dan Argentina, serta melemahnya data industri China, masih menjadi kontributor yang besar bagi kenaikan harga emas. Output Industri China untuk bulan Juli 2019 dilaporkan tumbuh dalam laju yang paling lamban sejak 17 tahun terakhir. Kekhawatiran akan perlambatan global yang ditunjukkan oleh inversi yield curve hari ini pun akhirnya menambah kekuatan bagi emas untuk kembali naik.

Baca Juga:   Analisa Emas, Minyak dan Perak Harian 19 Maret 2019

Tinggalkan sebuah Komentar