Harga Emas Naik Ke Rekor Puncak Paling Tinggi Di Tengah Pelemahan Dolar AS yang Luas

Pergerakan harga emas naik kembali saat sesi Asia hari Senin ini (27/7). Bahkan kenaikan harga logam mulia itu mampu menjadi rekor kenaikan yang paling baru menuju ke puncak sepanjang masa. Kenaikan itu juga dilatarbelakangi oleh posisi Dolar AS yang sedang melemah secara luas. Rencana stimulus tambahan dari AS tampaknya juga mempengaruhi harga emas saat ini.

Berdasarkan data yang didapatkan dari Refinitiv, harga emas naik menuju ke 1.922 atau mewakili kenaikan 1,15%. Sementara itu rekor punca sebelumnya berada di level harga 1.920 yang tercatatkan pada bulan September 2011 lalu. Bahkan setelah mencapai 1.922, harga emas kembali melonjak sampai ke 1.930 atau mewakili kenaikan 1,54%.

Dolar AS Melemah Mendukung Kenaikan Emas

Beberapa pekan ini, posisi Dolar AS terus dalam tekanan yang cukup dalam dan mendorong emas naik dengan sempurna. Posisi Dolar AS yang murah membuat para investor mengambil Dolar AS dan membeli emas sebagai safe haven anti risiko di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat pandemi. Saat ini indeks Dolar AS berada di sekitar titik yang paling rendah September 2018 lalu.

Pemerintah AS kembali merilis stimulus ekonomi tambahan bagi sektor bisnis dan rumah tangga. Stimulus ini disampaikan oleh Penasihat Ekonomi AS yaitu Larry Kudlow. Dilansir dari CNN pada Minggu kemarin, Kudlow mengungkapkan saat ini Republik menyelesaikan stimulus $1 Triliun dan akan diumumkan pada 27 Juli hari ini.

Dengan ini maka pasar akan benar-benar dibanjiri oleh likuiditas sejak stimulus pertama AS saat masa-masa Virus Corona yang buruk kemarin. Dampaknya bisa mendorong harga emas naik kembali lebih tinggi. Apalagi suku bunga acuan dari The Fed yang rendah menyebabkan harga emas semakin diminati dan mendorong imbal hasil obligasi Treasury AS dalam 10 tahun turun. 

 

Baca Juga:   Harga Minyak Mentah Menguat Setelah Pelonggaran Lockdown Di Beberapa Negara

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar