Harga Emas Naik Ke Puncak 9 Tahun Di Atas 1.800

Masa-masa yang sangat ditunggu para pelaku pasar dan investor sudah tiba yaitu harga emas naik menuju ke puncak terbaru. Saat ini logam mulia berada di level harga 1.800 dan menjadi puncak yang paling tinggi dalam 9 tahun belakangan ini. Sayangnya pada pergerakan hari Kamis kemarin (8/9) harga emas mengalami penurunan tipis 0,09% menuju ke 1.808. Sehingga dalam tahunan sudah mencatatkan kenaikan sampai 19% dibandingkan 2019 lalu.

Faktor Pendorong Logam Mulia

Harga emas naik beberapa hari ini disebabkan oleh naiknya minat investor terhadap safe haven. Karena saat ini kondisi ekonomi global sedang penuh ketidakpastian akibat banyak masalah. Salah satu pengaruh yang sangat besar adalah pandemi virus Corona yang menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Apalagi baru-baru ini kembali ada serangan gelombang kedua di banyak negara.

Selain itu masalah geopolitik antara AS dan China terus meningkat menjelang pemilihan umum Presiden AS. Perselisihan dua negara ekonomi terbesar di dunia itu menyebabkan kondisi ekonomi global semakin terpuruk. Karena aktivitas perdagangan terganggu. Dampaknya harga emas naik sangat optimis karena menjadi aset perlindungan nilai dari masalah-masalah global. Apalagi bank sentral global juga membanjiri ekonomi dengan berbagai stimulus.

Tapi walaupun saat ini harga emas berada di puncak paling tinggi dan naik 19%, secara luas masih jauh dari puncak yang tercatat pada 2011 lalu di 1.920. sementara itu para ahli analisa mengatakan secara panjang dan menengah prospek harga emas tetap pada posisi yang baik.

Goldman Sachs memprediksi dalam 1 tahun mendatang mulai Maret 2020, harga emas naik menuju ke atas 1.800. Sebelum jatuh tempo prediksi, saat ini harga emas sudah berada di atas 1.800 sesuai dengan prediksi. Bank of America memprediksi emas bisa naik sampai 3.000 dalam satu tahun sejak April 2020.

 

Baca Juga:   Analisa Emas, Minyak dan Perak Harian 30 July 2019

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar